Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia terus berupaya menjaga perdamaian di tengah situasi global yang dinilainya sedang tidak menentu akibat eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan Kapolri saat menghadiri acara Silaturahmi Ramadhan bersama DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat di Bekasi, Jumat, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi.
Menurut Kapolri, Indonesia sebagai negara nonblok menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, termasuk dengan mendorong peran dalam upaya perdamaian. Ia menyebut Indonesia ingin ikut berperan mendamaikan Palestina dan Israel melalui usulan solusi dua negara (two state solution).
Selain isu perdamaian, Kapolri juga menyinggung langkah pemerintah dalam menjaga perekonomian nasional. Ia mengatakan pemerintah melakukan negosiasi untuk menurunkan besaran tarif yang dikenakan Amerika Serikat kepada Indonesia, sehingga tarif disebut turun dari 32 persen menjadi 19 persen.
Ia menambahkan, ke depan pemerintah akan mendorong hilirisasi di berbagai sektor industri untuk meningkatkan perekonomian, antara lain industri otomotif, baterai listrik, hingga lifting minyak.
Di sisi lain, Kapolri menegaskan pemerintah melalui program Astacita juga berupaya membangun ketahanan pangan dan energi agar Indonesia lebih mandiri serta tidak bergantung pada negara lain.
Dalam kesempatan itu, ia meminta kelompok buruh bersatu untuk menjaga iklim investasi di Indonesia agar tetap tumbuh. Kapolri juga mendorong pekerja untuk terus mempersiapkan diri dan meningkatkan kualitas agar mampu bersaing dengan pihak luar.
Kapolri menekankan bahwa dalam situasi global saat ini Indonesia perlu memperkuat kemandirian dengan mengelola sumber daya alam yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi masyarakat dan bangsa.

