Jawa Tengah dinilai memiliki beragam produk budaya yang dapat menjadi salah satu kekuatan diplomasi “soft power” Indonesia di tingkat global. Potensi tersebut mencakup kebudayaan dan pariwisata, serta berbagai produk yang dapat dikenalkan melalui kerja sama dengan negara lain.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Heru Subolo, menyampaikan penilaian itu saat berkunjung ke Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Senin. Ia mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi yang lengkap, mulai dari produk budaya hingga sektor pariwisata.
Menurut Heru, kegiatan budaya, pariwisata, dan kerja sama internasional dapat menjadi instrumen penting dalam pengembangan diplomasi “soft power” yang digagas Kementerian Luar Negeri. Ia menekankan bahwa diplomasi jenis ini berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam produk budaya untuk memperkuat politik luar negeri Indonesia.
Heru juga menyoroti berbagai kerja sama yang sudah dimiliki Jawa Tengah, termasuk skema “sister province” dan “sister city” dengan sejumlah provinsi dan kota di berbagai negara. Ia menyebut jejaring tersebut sebagai infrastruktur yang telah terbentuk dan akan terus diperkuat.
Ia menambahkan, ke depan kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri, Gubernur Jawa Tengah, dan perwakilan Indonesia di luar negeri diharapkan memudahkan upaya promosi, penguatan kapasitas, dan agenda lain yang sejalan dengan diplomasi “soft power”. Kemenlu, kata Heru, ingin Indonesia dikenal dunia bukan semata melalui kekuatan politik berbasis pertahanan, melainkan melalui budaya yang dinilai adiluhung, harmonis, dan aman.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan Kemenlu telah memberikan arahan terkait diplomasi “soft power”, yang dipandang sebagai peluang bagi daerah. Ia menyebut Jawa Tengah saat ini diproyeksikan menjadi “gudangnya investasi”, sehingga dukungan diplomasi dinilai dapat membantu pengembangan investasi.
Ahmad Luthfi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan Kemenlu, termasuk dalam mendukung perwakilan Jawa Tengah saat berada di berbagai negara. Ia juga menilai Kemenlu dapat menghubungkan Jawa Tengah dengan diaspora Indonesia di berbagai negara untuk membantu promosi produk daerah.
Ia mencontohkan produk UMKM yang sudah menembus pasar ekspor berpotensi berkembang lebih jauh apabila mendapat dukungan dari diaspora di negara tempat mereka tinggal.

