BERITA TERKINI
Ketegangan AS-Iran Memanas, Ancaman Trump Tekan Pasar Kripto

Ketegangan AS-Iran Memanas, Ancaman Trump Tekan Pasar Kripto

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki pekan keenam dengan tensi yang kian meningkat di tengah upaya diplomasi yang belum menemukan titik terang. Iran membantah tudingan bahwa mereka menolak perundingan damai, sementara Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras yang menambah kekhawatiran akan eskalasi lebih luas dan dampaknya ke pasar global, termasuk aset kripto.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan negaranya tidak pernah menolak pembicaraan damai dengan Amerika Serikat di Pakistan. Melalui pernyataan di platform X, Araghchi menilai media AS telah menggambarkan posisi Iran secara keliru. Ia menegaskan fokus utama Iran adalah mencapai akhir perang yang bersifat final dan berkelanjutan.

“Kami tidak pernah menolak untuk berdialog. Yang kami inginkan adalah syarat yang jelas untuk mengakhiri perang ilegal yang dipaksakan kepada kami,” ujar Araghchi.

Pernyataan itu muncul setelah laporan sebelumnya menyebut Iran enggan bertemu dengan pejabat AS di Islamabad dan menganggap tuntutan Amerika tidak dapat diterima. Di sisi lain, tenggat waktu yang ditetapkan Trump pada 6 April kian dekat, meningkatkan tekanan agar kesepakatan segera tercapai.

Ancaman Trump dan risiko eskalasi

Trump memperingatkan bahwa waktu bagi Iran semakin sempit. Dalam pernyataannya di Truth Social, ia menyebut Iran hanya memiliki waktu 48 jam sebelum “neraka akan turun” jika tidak ada kemajuan dalam negosiasi.

Trump juga mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi Iran, yang dinilai berpotensi memicu dampak besar terhadap pasar global. Sebelumnya, ia turut menyatakan AS dapat membuka Selat Hormuz dan menguasai aliran minyak, pernyataan yang dipandang agresif dan berisiko tinggi.

Situasi bertambah kompleks setelah Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memberi sinyal kemungkinan penutupan Selat Bab el-Mandeb, jalur yang disebut menyumbang hampir 6% distribusi minyak global. Jika terjadi, gangguan ini berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dan menekan ekonomi dunia.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar atas pasokan energi, harga minyak dilaporkan telah menembus USD 111 per barel.

Dampak ke Bitcoin dan pasar kripto

Ketidakpastian geopolitik turut memengaruhi pergerakan aset kripto. Pasar kripto cenderung stagnan; Bitcoin sempat naik di atas level psikologis USD 67.000, namun masih bergerak sideways seiring sentimen global yang belum stabil.

Data dari Polymarket menunjukkan pelaku pasar masih pesimis terhadap peluang gencatan senjata dalam waktu dekat. Probabilitas perdamaian sebelum akhir Mei berada di sekitar 35%, sementara peluang hingga akhir Juni turun menjadi 47%.

Gambaran tersebut mengindikasikan investor memperkirakan konflik dapat berlangsung lebih lama, sehingga menahan pergerakan aset berisiko, termasuk kripto.

Investor cenderung wait and see

Tim Research Tokocrypto menilai konflik AS-Iran menjadi salah satu faktor makro utama yang memengaruhi pasar global, termasuk aset kripto. Ketidakpastian geopolitik dinilai mendorong investor lebih berhati-hati dan mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi.

Dalam jangka pendek, potensi eskalasi—terutama bila terjadi gangguan pada jalur distribusi minyak seperti Selat Hormuz atau Bab el-Mandeb—disebut dapat memicu volatilitas tinggi. Lonjakan harga energi juga berpotensi meningkatkan inflasi global, yang pada akhirnya memengaruhi kebijakan moneter dan likuiditas pasar.

Namun, Tokocrypto juga menilai situasi ini dapat memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakstabilan global. Jika konflik berlanjut dan tekanan ekonomi meningkat, minat terhadap aset kripto sebagai alternatif penyimpanan nilai dinilai berpeluang menguat.

Menurut Tokocrypto, pergerakan Bitcoin yang masih tertahan mencerminkan pasar berada dalam fase wait and see sambil menunggu kejelasan arah konflik. Selama belum ada resolusi yang jelas, volatilitas diperkirakan tetap tinggi dengan kecenderungan sideways.

Ketegangan AS-Iran kini berada pada fase krusial. Bantahan Iran terkait isu penolakan perundingan dan ultimatum dari Trump menunjukkan jalur diplomasi masih diliputi ketidakpastian. Bagi pasar global, termasuk kripto, perkembangan dalam beberapa hari ke depan berpotensi menjadi penentu utama arah sentimen.