Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan ibu kota di tengah situasi global yang tidak menentu, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kondisi geopolitik tersebut perlu diantisipasi agar ketersediaan pangan bagi warga Jakarta tetap aman.
Khoirudin mengatakan Jakarta memiliki tantangan tersendiri karena tidak memiliki sawah maupun lahan pertanian sebagai sumber produksi pangan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memastikan pasokan pangan bagi sekitar 11,6 juta penduduk Jakarta tetap terjaga.
Ia mengaku telah meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar serta badan usaha milik daerah (BUMD) yang menangani pangan. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan stok pangan aman, baik di pasar maupun di gudang penyimpanan.
Meski menyatakan kekhawatirannya, Khoirudin menyebut hingga kini belum ada laporan mengenai dampak langsung situasi global terhadap ketersediaan pangan di Jakarta. Namun, ia mengingatkan perlunya menjaga stok beras sesuai standar, terutama setelah momentum Idul Fitri.
Khoirudin menjelaskan, biasanya gudang perlu memiliki persediaan 12.500 ton beras, sementara beras yang beredar minimal 30.000 ton. Ia menilai jumlah tersebut harus dipastikan cukup untuk kebutuhan dua hingga tiga bulan ke depan.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Khoirudin berencana melakukan sidak dalam waktu dekat. Selain itu, DPRD DKI Jakarta melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) juga sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pangan yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengatur hak dan kewajiban warga terkait pemenuhan kebutuhan pangan.

