Edisi terbaru laporan Pentagon menyebut militer China tengah menjalani “peningkatan kekuatan militer bersejarah” yang dinilai membuat wilayah Amerika Serikat semakin rentan. Temuan tersebut juga dipandang menjadi tantangan bagi rencana Presiden Donald Trump untuk membatasi senjata nuklir AS, China, dan Rusia.
Laporan yang diamanatkan oleh Kongres itu diunggah ke situs web Pentagon pada Selasa. Dokumen ini menjadi versi pertama yang diterbitkan pada masa pemerintahan kedua Trump.
Dalam laporannya, Pentagon menggambarkan militer China sebagai kekuatan yang kian canggih dan tangguh. Dokumen itu juga menyebut China enggan menandatangani perjanjian besar dengan AS, serta mempelajari kegagalan Rusia di Ukraina untuk meningkatkan tekanan terhadap Taiwan.
Laporan tersebut turut menyoroti bahwa China dan Rusia terus memperdalam kemitraan strategis mereka, yang “hampir pasti didorong oleh kepentingan bersama dalam melawan AS.” Namun, kerja sama itu dinilai terhambat oleh rasa saling curiga di antara kedua pihak.
Sejumlah ahli sebelumnya memperingatkan bahwa China melampaui AS dalam pengembangan senjata hipersonik. Dalam konteks itu, sistem “Golden Dome” yang direncanakan Trump disebut dimaksudkan untuk melindungi dari ancaman inovatif semacam itu, selain menghadapi rudal balistik tradisional.

