BERITA TERKINI
Lima Poin Kesepakatan Dagang AS–China Usai Pertemuan Trump–Xi di Busan

Lima Poin Kesepakatan Dagang AS–China Usai Pertemuan Trump–Xi di Busan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mencapai sejumlah kesepahaman untuk meredakan ketegangan perang dagang yang kembali meningkat belakangan ini. Kesepakatan itu dicapai setelah keduanya bertemu di sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025).

Pertemuan tersebut menjadi pertemuan tatap muka pertama Trump dan Xi sejak 2019. Seusai pertemuan, Trump menyebut pembicaraan berjalan “luar biasa” dan menilai hasilnya melampaui ekspektasi. Xi, di sisi lain, menekankan pentingnya menjaga hubungan kedua negara tetap berada di jalur kemitraan.

Dalam kesepakatan itu, terdapat lima poin utama yang mencakup isu tarif, komoditas pertanian, mineral strategis, energi, hingga masa depan TikTok di Amerika Serikat.

1. China kembali membeli kedelai dari AS
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan China sepakat membeli 12 juta metrik ton kedelai dari AS untuk musim panen saat ini. Selain itu, China disebut berkomitmen melakukan pembelian rutin sebesar 25 juta ton per tahun selama tiga tahun ke depan.

Pembelian kedelai China dari AS sempat terhenti setelah Beijing mengalihkan impor ke negara-negara Amerika Selatan sebagai respons atas kebijakan tarif pemerintahan Trump terhadap ekspor China. Kondisi itu sebelumnya menekan petani kedelai AS karena kehilangan akses ke salah satu pasar terbesar mereka.

2. Penurunan tarif terkait fentanil
Trump menyatakan komitmen China untuk memperketat pengawasan peredaran prekursor fentanil menjadi dasar penurunan tarif. Sebelumnya, AS menerapkan tarif 20 persen untuk impor terkait fentanil dari China, Kanada, dan Meksiko.

Setelah pertemuan dengan Xi, Trump mengatakan tarif fentanil dari China akan dipotong menjadi 10 persen. Langkah ini turut menurunkan tarif kumulatif atas barang-barang China dari 57 persen menjadi 47 persen.

3. Penghentian sementara kontrol ekspor tanah jarang
China juga sepakat menangguhkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang selama satu tahun. Mineral ini penting bagi berbagai industri teknologi tinggi, mulai dari ponsel, baterai kendaraan listrik, hingga sistem persenjataan.

Penangguhan tersebut dinilai berdampak besar mengingat posisi China sebagai produsen dan pemilik cadangan tanah jarang terbesar di dunia. Data Survei Geologi AS (USGS) menyebut pada 2024 China menghasilkan 270.000 ton tanah jarang dan memiliki cadangan sekitar 44 juta ton.

4. Dampak sanksi AS terhadap minyak dan energi Rusia
Di tengah dinamika kesepakatan dagang, kebijakan AS terkait sanksi tambahan terhadap perusahaan minyak Rusia turut memengaruhi arus energi global. AS memberikan batas waktu hingga 1 November agar negara-negara pembeli utama—terutama China dan India—menghentikan transaksi dengan produsen minyak Rusia atau berisiko kehilangan akses ke sistem perbankan Barat.

Sejumlah perusahaan energi milik negara China, seperti PetroChina, Sinopec, CNOOC, dan Zhenhua Oil, dilaporkan mulai menghentikan sementara pembelian minyak Rusia yang dikirim melalui jalur laut.

5. Arah kesepakatan mengenai TikTok
Trump juga mengisyaratkan kemungkinan tercapainya kesepakatan final yang membuka jalan bagi TikTok untuk memisahkan operasionalnya di AS dari perusahaan induknya, ByteDance. Nilai transaksi pemisahan itu diperkirakan sekitar 14 miliar dolar AS.

Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk memungkinkan proses berjalan, meski kesepakatan resmi antara Washington dan Beijing masih dalam tahap finalisasi. Bessent menyatakan optimistis proses dapat rampung dalam beberapa minggu hingga bulan ke depan, dan menyebut China telah memberikan persetujuan awal dalam pertemuan di Kuala Lumpur. Kementerian Perdagangan China menyatakan akan menangani isu TikTok secara tepat dan proporsional.

Isu ini terkait implementasi undang-undang yang berlaku sejak 19 Januari 2025, yang melarang aplikasi di bawah kendali pemerintah asing yang dinilai berpotensi mengancam keamanan data dan memengaruhi opini publik AS. Regulasi itu memberi ruang bagi TikTok tetap beroperasi di AS dengan syarat dilepas dari kepemilikan asing.

Siapa yang diuntungkan?
Sejumlah analis menilai kesepakatan Trump–Xi lebih menyerupai jeda sementara ketimbang perubahan mendasar dalam relasi kedua negara. Kepala Perdagangan Prime Brokerage Maybank Securities, Tareck Horchani, menyebutnya sebagai “jeda taktis, bukan terobosan strategis”.

Dari sisi manfaat, AS dinilai memperoleh keuntungan langsung pada sektor pertanian melalui pembelian kedelai, sementara penurunan tarif dapat meringankan beban biaya bagi konsumen dan pelaku usaha. China dipandang mendapatkan keringanan tekanan ekonomi melalui penangguhan tarif dan pelonggaran beberapa pembatasan, termasuk terkait TikTok serta komponen teknologi.

Pasar global juga disebut diuntungkan karena meredanya risiko gejolak ekonomi, terutama setelah China menunda pembatasan ekspor tanah jarang yang krusial bagi rantai pasok industri teknologi dan pertahanan.

Pengamat kebijakan keamanan China, Barbara Kelemen, menilai pertemuan tersebut membawa stabilisasi sementara, tetapi belum menyentuh isu strategis dan keamanan yang lebih sensitif. Ia menyoroti bahwa pembahasan berfokus pada kerja sama ekonomi, sementara isu seperti Taiwan tidak dibahas.

Direktur Institut Asia Timur di National University of Singapore, Bert Hofman, menilai gencatan ini penting untuk mencegah langkah ekstrem yang bisa mengguncang ekonomi dunia dan membuka ruang negosiasi lanjutan. Namun, ia menegaskan unsur persaingan tetap ada, sehingga mekanisme dialog rutin dinilai sama pentingnya dengan kesepakatan itu sendiri.