BERITA TERKINI
Nilai Ekspor Sulsel Awal 2026 Turun 21,57 Persen, Dipengaruhi Konflik Global dan Melemahnya Permintaan Jepang-China

Nilai Ekspor Sulsel Awal 2026 Turun 21,57 Persen, Dipengaruhi Konflik Global dan Melemahnya Permintaan Jepang-China

Kinerja ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami penurunan pada awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat, secara kumulatif nilai ekspor Januari hingga Februari 2026 mencapai 209,89 juta dolar AS.

Angka tersebut turun 21,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 267,61 juta dolar AS. Meski secara bulanan terjadi kenaikan, penurunan masih terlihat jika dibandingkan secara tahunan.

Pada Februari 2026, nilai ekspor Sulsel tercatat sebesar 142,15 juta dolar AS, naik 109,84 persen dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 67,74 juta dolar AS. Namun, nilai Februari 2026 itu masih lebih rendah 0,92 persen dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 143,47 juta dolar AS.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Sulselbar, Arief R Pabettingi, menjelaskan penurunan ekspor Sulsel dipengaruhi sejumlah faktor eksternal dan struktural. Salah satu penyebab utama adalah konflik di Timur Tengah yang terus memanas dan berdampak pada jalur serta stabilitas perdagangan global.

“Kondisi ekspor Sulsel memang turun akibat beberapa faktor, terutama konflik Timur Tengah yang membuat alur perdagangan terkoreksi,” kata Arief di Makassar, Senin (6/4/2026).

Selain faktor geopolitik, Arief menyebut penurunan daya beli negara tujuan utama ekspor juga menjadi penyebab signifikan. Jepang dan China, yang selama ini menjadi pasar utama, disebut mengalami penurunan permintaan terhadap komoditas dari Sulsel.

“Daya beli negara pengimpor seperti Jepang dan China juga menurun, sehingga permintaan ikut berkurang,” ujarnya.

Dari sisi struktur ekspor, Sulsel masih sangat bergantung pada komoditas bahan mentah berbasis sumber daya alam, seperti perikanan, perkebunan, pertanian, dan pertambangan. Ketergantungan pada komoditas mentah ini membuat ekspor rentan terhadap fluktuasi harga global.