BERITA TERKINI
Pakar Kerukunan Umat Beragama: Konflik AS–Iran Berpotensi Meluas dan Picu Polarisasi di Media Sosial

Pakar Kerukunan Umat Beragama: Konflik AS–Iran Berpotensi Meluas dan Picu Polarisasi di Media Sosial

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkat sejak akhir Februari 2026 dinilai berisiko meluas dan membawa dampak luas terhadap kondisi global. Hal itu disampaikan Guru Besar Bidang Kerukunan Umat Beragama, Andri Ashadi, pada Senin (4/6).

Andri menyebut konflik yang terjadi saat ini berpotensi semakin melebar karena melibatkan berbagai pihak serta kepentingan global. Ia juga menyoroti peran perkembangan teknologi dan media sosial yang dinilai dapat mempercepat penyebaran informasi dan berdampak pada polarisasi di masyarakat.

Dalam situasi konflik internasional, menurut Andri, agama memiliki peran ganda. Di satu sisi, agama dapat digunakan untuk membenarkan kekerasan dan memperkuat konflik. Namun di sisi lain, agama juga dapat menjadi sarana untuk mendorong perdamaian dan meredakan ketegangan.

Ia menegaskan, semestinya agama mengambil posisi sebagai penengah dan bagian dari penyelesaian konflik. Namun, ia menilai peran tersebut belum optimal karena ketidakhadiran tokoh agama yang cukup kuat dan dipercaya untuk menjadi juru damai.

Andri juga mengingatkan bahwa konflik internasional dapat berdampak pada hubungan antarumat beragama di tingkat masyarakat. Ia menilai media sosial berpotensi memicu perpecahan opini berdasarkan latar belakang agama, ideologi, maupun kepentingan kelompok.

Karena itu, ia mendorong masyarakat menjaga sikap dan tidak memperkeruh situasi. Menurutnya, meskipun publik memiliki simpati terhadap pihak tertentu, masyarakat diharapkan tidak terlibat dalam provokasi yang dapat memperbesar konflik.

Ia menambahkan, menjaga kerukunan dan menahan diri dalam menyikapi konflik global merupakan langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih luas di tingkat lokal. Ia mengimbau masyarakat tidak menyebarkan kebencian sebagai bagian dari upaya meredakan konflik di tingkat sosial.