Pasar global pada Jumat (3/4) bergerak tanpa arah yang jelas di tengah pernyataan yang saling bertentangan terkait konflik AS/Israel-Iran. Pelaku pasar menahan diri sambil menunggu rilis data ketenagakerjaan nonpertanian (nonfarm payrolls) Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar hari ini.
Ketegangan sempat mereda setelah beredar kabar Iran tengah menyusun protokol bersama Oman untuk memantau lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Namun, pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang kembali mengeskalasi situasi membuat pasar kembali kehilangan kepastian arah.
Analis menilai, dalam kondisi yang berubah dari jam ke jam, bahkan kabar yang dinilai positif pun belum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan harga aset di pasar.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Federal Reserve (Fed) New York John Williams mengatakan dampak kenaikan harga energi terhadap perekonomian membutuhkan waktu untuk terasa. Ia juga menegaskan kebijakan moneter saat ini berada pada posisi yang tepat.
Sejumlah data ekonomi AS turut menjadi perhatian. Klaim tunjangan pengangguran pertama kali turun menjadi 202 ribu pada pekan yang berakhir 28 Maret, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Sementara itu, data Challenger, Gray and Christmas menunjukkan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Maret meningkat 25 persen dibanding Februari.
Di sisi kebijakan perdagangan, Trump menandatangani kebijakan baru yang menetapkan tarif impor 100 persen untuk obat-obatan bermerek yang tidak diproduksi di AS dan berasal dari perusahaan yang tidak memiliki investasi produksi di negara tersebut. Trump juga menandatangani perintah perubahan metode penghitungan tarif impor baja, aluminium, dan tembaga berdasarkan Pasal 232, yang kini dihitung berdasarkan nilai penuh barang impor, bukan berdasarkan harga asing yang dinilai sengaja ditekan.
Fokus utama pasar hari ini tertuju pada data nonfarm payrolls AS untuk Maret. Setelah pada Februari tercatat penurunan 92 ribu, sektor nonpertanian diperkirakan menambah 95 ribu lapangan kerja pada Maret. Kekhawatiran mengenai potensi hilangnya pekerjaan akibat kecerdasan buatan (AI) juga masih membayangi.
Di pasar obligasi dan mata uang, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun stagnan di 4,31 persen. Indeks dolar menguat tipis 0,1 persen ke level 100.
Komoditas bergerak tajam pada penutupan perdagangan sebelumnya. Harga minyak mentah Brent melonjak 7,8 persen menjadi 106,5 dolar AS per barel, sementara WTI melejit 10,1 persen ke 103,8 dolar AS per barel. Di sisi lain, harga emas turun 1,8 persen menjadi 4.674 dolar AS per troy ounce. Pergerakan harga minyak diperkirakan tetap menjadi penentu arah pasar pada pekan depan.
Bursa New York ditutup bervariasi
Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi. Saham Tesla turun 5,4 persen setelah perusahaan melaporkan pengiriman 358.023 unit pada kuartal pertama, di bawah ekspektasi pasar. Saham Blue Owl Capital melemah 1,6 persen setelah perusahaan menyampaikan permintaan pencairan dana investor pada kuartal pertama mencapai 21,9 persen dari portofolio dan hanya dapat dipenuhi 5 persen sesuai kuota likuiditas.
Indeks Dow Jones turun 0,13 persen, S&P 500 naik 0,11 persen, dan Nasdaq menguat 0,18 persen. Kontrak berjangka indeks AS dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini. Pasar AS dijadwalkan tutup hari ini karena libur Jumat Agung.
Bursa Eropa melemah, kecuali Inggris
Bursa-bursa Eropa ditutup melemah, kecuali Inggris, di tengah kekhawatiran eskalasi konflik AS/Israel-Iran. Risiko geopolitik yang berpotensi mendorong inflasi memunculkan spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) dapat menaikkan suku bunga tahun ini.
Di tingkat saham, Lufthansa turun 3,4 persen setelah Morgan Stanley memangkas peringkat investasi dan menurunkan target harga dari 9,40 euro menjadi 7,50 euro. Saham Air France-KLM melemah hampir 4 persen. Sebaliknya, Stellantis menguat lebih dari 4 persen di bursa Milan didorong data penjualan yang kuat dari Italia dan AS. Saham ASML turun 2,2 persen akibat tekanan biaya energi dan gangguan pasokan bahan baku.
Indeks FTSE MIB Italia turun 0,20 persen, CAC 40 Prancis melemah 0,24 persen, dan DAX 40 Jerman turun 0,56 persen. Sementara itu, FTSE 100 Inggris naik 0,69 persen ditopang penguatan saham sektor energi. Bursa Eropa juga tutup hari ini karena libur Jumat Agung.
Bursa Asia menguat, kecuali China
Bursa Asia bergerak menguat pada Jumat, kecuali China, seiring meredanya kekhawatiran geopolitik setelah muncul kabar mengenai protokol Iran-Oman terkait Selat Hormuz.
Di pasar valuta asing, dolar AS terhadap yen bergerak mendekati level 160. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan pemerintah siap menghadapi pergerakan spekulatif di pasar valas.
Dari data ekonomi, PMI jasa China versi RatingDog untuk Maret tercatat 52,1, di bawah ekspektasi. PMI jasa Jepang naik dari 52,8 menjadi 53,4 pada Maret. Menjelang penutupan, Nikkei 225 Jepang naik 1 persen dan Kospi Korea Selatan menguat 3 persen, sedangkan indeks komposit Shanghai turun 0,9 persen. Bursa Hong Kong tidak beroperasi hari ini karena libur.
Bursa Istanbul ditutup menguat
Bursa Efek Istanbul ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Indeks BIST 100 naik 0,88 persen ke 13.051,69 poin. Kontrak berjangka indeks BIST 30 untuk April diperdagangkan di 15.160,00 poin, naik 0,1 persen dari penutupan sesi reguler.
Nilai tukar dolar/lira Turkiye ditutup stagnan di 44,4587, sementara pada pembukaan pasar antarbank hari ini menguat 0,2 persen ke 44,5500.
Pasar domestik Turkiye hari ini menanti rilis inflasi dan Indeks Harga Produsen Dalam Negeri (PPI) Maret, serta sejumlah data penting dari AS. Survei ekspektasi inflasi AA Finans memproyeksikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret naik 2,40 persen secara bulanan, dengan inflasi tahunan diperkirakan turun tipis dari 31,53 persen pada Februari menjadi 31,46 persen pada Maret. Rata-rata ekspektasi inflasi akhir tahun 2026 berada di 25,91 persen.
Analis juga memperkirakan volume perdagangan global cenderung tipis karena pasar AS dan Eropa tutup. Secara teknikal, resistensi BIST 100 berada di 13.200 dan 13.300 poin, sementara support berada di 12.900 dan 12.800 poin.
Data yang dipantau hari ini
10.00 Turkiye: IHK Maret
15.30 AS: rata-rata upah per jam Maret
15.30 AS: tingkat pengangguran Maret

