BERITA TERKINI
Pupuk Indonesia Tekankan Ketahanan Pangan di Usia 14 Tahun, Siapkan Revitalisasi Tujuh Pabrik

Pupuk Indonesia Tekankan Ketahanan Pangan di Usia 14 Tahun, Siapkan Revitalisasi Tujuh Pabrik

Jakarta—PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan nasional saat perusahaan memasuki usia ke-14 di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Melalui tema peringatan ulang tahun “Transform, Sustain, Empower”, Pupuk Indonesia menyatakan fokus pada penguatan pasokan pupuk domestik sekaligus menjaga peran Indonesia dalam keseimbangan pasokan pupuk dunia.

Perusahaan menilai momentum ini relevan dengan meningkatnya tekanan terhadap rantai pasok pupuk global, termasuk dampak ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi jalur distribusi internasional. Dalam situasi tersebut, Indonesia disebut berada pada posisi strategis sebagai salah satu produsen urea dunia yang dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan prioritas utama perusahaan tetap pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. Namun, setelah kebutuhan domestik terpenuhi, ia menyebut terdapat potensi ekspor sekitar 1,5 juta hingga dua juta ton untuk mendukung stabilitas pasar global.

“Di tengah dinamika global, prioritas kami tetap memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi dengan baik. Namun, dengan kapasitas yang kami miliki, Indonesia juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menjaga keseimbangan pasokan global,” ujar Rahmad dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.

Rahmad menambahkan, posisi tersebut merupakan hasil transformasi yang dijalankan secara konsisten untuk memperkuat fondasi industri pupuk nasional. Ketahanan pasokan, menurutnya, ditopang kapasitas produksi Pupuk Indonesia yang mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk urea sebesar 9,4 juta ton. Dengan basis produksi yang kuat serta dukungan sumber daya domestik, Indonesia dinilai memiliki ketahanan lebih baik menghadapi tekanan rantai pasok global.

Sejalan dengan tema HUT ke-14, transformasi yang dijalankan mencakup pembenahan menyeluruh mulai dari kebijakan subsidi, tata kelola distribusi, hingga penguatan struktur pembiayaan. Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian disempurnakan melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 untuk mendorong sistem distribusi yang lebih efektif serta skema pembiayaan yang lebih adaptif.

Perubahan skema subsidi dari cost plus menjadi market-based mechanism atau marked-to-market (MtM), serta dukungan pembayaran subsidi sebagian di muka, disebut memberi fleksibilitas finansial lebih kuat bagi perusahaan. Menurut Pupuk Indonesia, kebijakan ini memungkinkan keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus mempercepat program revitalisasi industri.

“Revitalisasi menjadi kunci untuk memastikan industri pupuk nasional tetap andal dan berdaya saing. Dengan dukungan kebijakan baru, kami kini memiliki fleksibilitas pembiayaan yang lebih kuat, sehingga pembangunan dan peremajaan pabrik dapat dipercepat. Dalam lima tahun ke depan, Pupuk Indonesia menargetkan pembangunan dan revitalisasi tujuh pabrik sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan efisiensi produksi,” kata Rahmad.

Perusahaan juga menyampaikan dampak transformasi terhadap sektor pertanian. Penyaluran pupuk bersubsidi disebut berhasil dilakukan tepat waktu sejak 1 Januari selama dua tahun berturut-turut. Selain itu, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi turun 20% pada 2025, yang diikuti peningkatan penyerapan pupuk subsidi sebesar 31% pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komisaris Utama Pupuk Indonesia Sudaryono menyatakan transformasi dan revitalisasi yang dijalankan memperkuat fondasi industri pupuk nasional serta menempatkan Indonesia pada posisi strategis di tengah gangguan rantai pasok global. Ia menegaskan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas, namun kondisi pasokan global yang terganggu membuat permintaan urea dari Indonesia meningkat.

“Porsi pupuk dalam negeri pasti akan dipenuhi terlebih dahulu. Namun, dengan terganggunya pasokan global, banyak negara kini membutuhkan urea dari Indonesia. Kita adalah salah satu produsen urea terbesar di dunia, dan ini menjadi peluang sekaligus tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan pasokan,” ujar Sudaryono.

Memasuki usia ke-14, Pupuk Indonesia menyatakan transformasi yang dijalankan tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga memastikan peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ke depan, perusahaan menyebut akan terus mendorong pupuk yang lebih mudah diakses dan terjangkau, dengan dukungan industri yang efisien, tangguh, dan berkelanjutan.