Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar rapat koordinasi (rakoor) tingkat daerah di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Kamis (2/04/2026). Rakoor dipimpin Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya, didampingi Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, serta diikuti seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Ciamis.
Dalam arahannya, Bupati Herdiat menyampaikan sejumlah isu strategis yang diminta untuk segera ditindaklanjuti jajaran pemerintah daerah, terutama terkait antisipasi berbagai tantangan ke depan.
Salah satu fokus utama adalah potensi fenomena El Nino ekstrem atau “El Nino Gozilla” yang diprediksi berlangsung mulai April hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu musim kemarau panjang, sehingga diperlukan langkah antisipatif sejak dini.
Bupati menekankan pentingnya menjaga dan memelihara sumber-sumber air, menghemat penggunaan air bersih, serta mengoptimalkan sistem irigasi untuk sektor pertanian. Ia juga meminta infrastruktur pendukung seperti pompanisasi, termasuk yang berada di wilayah Purwadadi, segera dicek fungsinya.
Selain itu, ia mencontohkan pemanfaatan sumber air alternatif, seperti Sungai Ciseel di Kecamatan Purwadadi, melalui upaya penyedotan air untuk dialirkan ke saluran irigasi guna mengairi lahan pertanian saat musim kemarau.
Herdiat juga menegaskan perlunya koordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian, termasuk untuk pembangunan sumur-sumur air di area persawahan yang terdampak kekeringan.
Dalam aspek ketahanan pangan, Bupati mengimbau para camat mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat agar tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga memanfaatkan sumber karbohidrat lain seperti singkong, ubi, dan talas. Ia mengingatkan masyarakat agar memiliki cadangan pangan dan tidak menjual seluruh hasil panen, terutama ke luar daerah.
Menghadapi musim kemarau, Bupati juga mengingatkan potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan, lahan, hingga permukiman. Karena itu, ia meminta kesiapsiagaan berbagai pihak, termasuk BPBD, Damkar, PDAM, dan Tagana, ditingkatkan, terutama terkait kesiapan sarana dan prasarana seperti tangki air dan bahan bakar.
Pada pembahasan berikutnya, Herdiat menyoroti dampak kondisi global, termasuk konflik internasional yang disebut berpengaruh terhadap kenaikan harga energi dan bahan pokok. Menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat, ia mendorong penerapan langkah efisiensi energi serta opsi pengaturan pola kerja seperti Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) secara selektif.
Ia juga mengajak aparatur sipil negara (ASN) mengurangi penggunaan kendaraan dinas berbahan bakar, dan mempertimbangkan penggunaan kendaraan pribadi roda dua, transportasi umum, atau bersepeda, khususnya bagi yang jarak tempat tinggalnya relatif dekat.
Dalam pengelolaan anggaran, Bupati menekankan pentingnya efisiensi belanja operasional seperti listrik, air, dan telekomunikasi tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik. Ia menyoroti belanja pegawai yang terus meningkat seiring penurunan APBD, sementara bantuan keuangan dari provinsi disebut mengalami penurunan signifikan pada 2025 dan 2026.
Herdiat menegaskan belanja pegawai harus tetap dikendalikan sesuai ketentuan, maksimal 30 persen dari total APBD. Ia menjelaskan bahwa pada 2021 belanja pegawai berada di angka 25 persen, namun pada 2022, 2023 hingga saat ini meningkat seiring APBD yang terus menurun akibat efisiensi.
Selain itu, Bupati menyinggung sejumlah program strategis nasional yang tengah berjalan, seperti MBG (Makan Bergizi Gratis), KDMP, serta Sekolah Rakyat, yang dinilai perlu disinergikan dalam arah kebijakan pembangunan di tingkat daerah.
Menutup arahannya, Bupati berharap seluruh jajaran pemerintah daerah bergerak cepat, responsif, dan terkoordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan demi menjaga stabilitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ciamis. Ia juga meminta para camat segera menyampaikan hasil rakoor kepada kepala desa, kepala dusun, RT/RW, hingga masyarakat.

