BERITA TERKINI
Anggota DPR-DPD Deklarasikan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia, Serukan Gencatan Senjata Tanpa Syarat

Anggota DPR-DPD Deklarasikan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia, Serukan Gencatan Senjata Tanpa Syarat

Jakarta, 6 April 2026 — Sejumlah anggota DPR RI dan DPD RI lintas fraksi mendeklarasikan pembentukan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia atau World Peace Parliamentary Caucus (WPPC) di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (6/4). Inisiatif ini disebut sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik global yang dinilai kian meluas dan mengancam stabilitas dunia.

Deklarasi disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung dalam konferensi pers bersama anggota parlemen lainnya. Ia mengatakan, kaukus dibentuk sebagai gerakan bersama lintas partai politik dan tidak didasarkan pada latar belakang politik masing-masing anggota.

“Pada sore hari ini saya bersama beberapa teman-teman dari anggota DPR dan DPD RI menyampaikan atau mendeklarasikan sebuah kaukus,” ujar Ahmad Doli. Ia menambahkan, sekitar 30 anggota DPR dan DPD telah tergabung dalam WPPC. “Ini tidak ada urusan latar belakang dari partai politik mana. Ini adalah gerakan bersama karena kita semua cinta damai,” tegasnya.

Ahmad Doli menyoroti perkembangan sejumlah konflik internasional yang menurutnya makin mengkhawatirkan, mulai dari perang Rusia-Ukraina sejak 2022, konflik Israel-Palestina pada 2023, hingga ketegangan terbaru yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Ia menilai dampak konflik tidak hanya dirasakan di wilayah yang bertikai, tetapi turut memicu krisis energi, ekonomi, dan keamanan global, termasuk bagi Indonesia.

“Kita terancam krisis energi, kita terancam krisis ekonomi. Situasi di Indonesia semakin hari semakin sulit bagi masyarakat kita akibat perang tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyinggung gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon sebagai bukti bahwa dampak konflik global turut dirasakan langsung oleh Indonesia. “Maka kami sepakat untuk mengambil inisiatif membentuk kaukus ini,” imbuhnya.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, WPPC mengecam seluruh bentuk agresi militer yang memperluas konflik dan menimbulkan korban sipil. Kaukus menegaskan perang bukan solusi sah dalam penyelesaian konflik internasional dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional.

WPPC juga mendesak gencatan senjata total dan tanpa syarat di seluruh wilayah konflik, termasuk di Iran, Israel, dan Lebanon. “Mendesak dilakukannya gencatan senjata total dan tanpa syarat di seluruh wilayah konflik,” kata Ahmad Doli.

Selain itu, kaukus menuntut perlindungan terhadap warga sipil, tenaga medis, serta fasilitas publik, dan menyerukan agar seluruh pihak menghormati Konvensi Jenewa. Mereka juga mengutuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB, termasuk insiden yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon.

Di sisi lain, WPPC mendorong pemerintah Indonesia mengambil langkah yang lebih tegas dan aktif untuk mengupayakan penyelesaian konflik global melalui jalur diplomasi. “Kami berharap gerakan ini menjadi gerakan institusional dan memberikan dukungan kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah yang lebih serius dan tegas untuk mengakhiri perang,” tutup Ahmad Doli.