BERITA TERKINI
AS dan Ekuador Mulai Operasi Gabungan Menargetkan Jaringan Penyelundupan Narkoba

AS dan Ekuador Mulai Operasi Gabungan Menargetkan Jaringan Penyelundupan Narkoba

Washington DC – Amerika Serikat meningkatkan keterlibatannya dalam upaya pemberantasan perdagangan narkotika di Amerika Latin dengan memulai operasi gabungan bersama pemerintah Ekuador. Operasi ini menargetkan jaringan penyelundupan narkoba yang beroperasi di wilayah Ekuador.

Komando Selatan Amerika Serikat (United States Southern Command/SOUTHCOM) mengonfirmasi pelaksanaan operasi tersebut. SOUTHCOM menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama negara-negara di Amerika Latin dan Karibia untuk memerangi aktivitas yang mereka sebut sebagai narko-terorisme.

“Operasi ini adalah contoh kuat dari komitmen para mitra di Amerika Latin dan Karibia untuk memerangi momok narko-terorisme,” tulis SOUTHCOM dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X.

Pengumuman itu disampaikan sehari setelah pemerintah Ekuador menyatakan bahwa Washington telah memasuki “fase baru” dalam perang melawan narkoba di negara tersebut. Presiden Ekuador Daniel Noboa mengatakan Amerika Serikat termasuk di antara sekutu regional yang terlibat dalam operasi melawan kartel narkoba yang memanfaatkan pelabuhan Ekuador sebagai jalur pengiriman kokain ke pasar internasional.

Pada awal pekan ini, Noboa juga menggelar pertemuan di Quito dengan Kepala SOUTHCOM Francis Donovan serta pimpinan Operasi Khusus AS untuk Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia Mark Schafer. Pertemuan itu membahas kerja sama pertukaran informasi serta koordinasi operasional di bandara dan pelabuhan laut guna memperkuat pengawasan terhadap jaringan penyelundupan narkoba.

Secara geografis, Ekuador dinilai memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan narkotika global. Sekitar 70 persen kokain yang diproduksi di Kolombia dan Peru dilaporkan melewati negara tersebut sebelum dikirim ke berbagai negara tujuan.

Perdagangan narkoba dalam beberapa tahun terakhir turut memicu meningkatnya kekerasan di Ekuador. Negara yang sebelumnya dikenal relatif aman kini menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kekerasan tertinggi di Amerika Latin.

Kerja sama keamanan antara Amerika Serikat dan Ekuador meningkat sejak Daniel Noboa berkuasa pada 2023. Namun rencana pembukaan kembali pangkalan militer AS di Ekuador sempat ditolak dalam referendum pada November lalu, yang menolak keberadaan pangkalan militer asing di negara tersebut.

Meski demikian, pada Desember lalu Amerika Serikat tetap menempatkan sementara personel Angkatan Udara di bekas pangkalan militer AS di kota pelabuhan Manta.