ASEAN Para Games (APG) 2025 yang akan digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand, menjadi ajang olahraga multievent yang menampilkan atlet disabilitas dari 11 negara anggota ASEAN. Turnamen dua tahunan ke-13 ini diselenggarakan setelah SEA Games dengan mengusung konsep inklusivitas dan kebanggaan kolektif di kawasan Asia Tenggara.
Menurut laman resmi APG 2025, Thailand sebagai tuan rumah menyiapkan penyelenggaraan yang menonjolkan nilai kebersamaan dan rasa bangga bersama, tercermin dalam motto acara, "Create Pride Together". Moto ini menjadi simbol persatuan antara atlet, ofisial, dan masyarakat dalam membangun kebanggaan melalui olahraga.
Identitas visual APG 2025 juga mengandung makna filosofis yang kuat. Logo resmi terinspirasi dari kombinasi unsur olahraga dan elemen seni tradisional Thailand. Garis-garis pada logo yang melambangkan lapangan olahraga dipadukan dengan bentuk dasar seni khas Thailand, yang mencerminkan struktur, disiplin, serta penghormatan terhadap aturan dalam kompetisi.
Selain menjadi arena kompetisi olahraga, APG 2025 juga berperan penting dalam mendorong kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.
ASEAN Para Games berada di bawah naungan ASEAN Para Sports Federation (APSF). Sesuai kebijakan federasi, negara yang menjadi tuan rumah SEA Games juga bertindak sebagai tuan rumah ASEAN Para Games pada periode yang sama.
Upacara pembukaan APG 2025 berlangsung di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, pada Selasa malam mulai pukul 19.00 WIB. Acara ini diisi dengan berbagai pertunjukan, termasuk parade kontingen atlet, pelatih, ofisial tim, serta National Paralympic Committee (NPC) dari seluruh negara peserta.
Para peserta akan memperebutkan total 493 medali emas yang dipertandingkan dalam 19 cabang olahraga, antara lain para atletik, para renang, para tenis meja, dan rugbi kursi roda. Kontingen Indonesia akan mengikuti 18 cabang olahraga karena tidak mengirim perwakilan untuk cabang rugbi kursi roda.