BERITA TERKINI
Atlet NPC Balangan Sumbang Medali untuk Indonesia di ASEAN Para Games Thailand 2026

Atlet NPC Balangan Sumbang Medali untuk Indonesia di ASEAN Para Games Thailand 2026

Atlet-atlet National Paralympic Committee (NPC) Kalimantan Selatan kembali memberi kontribusi bagi Kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games ke-13 di Thailand yang digelar pada 20–26 Januari 2026. Sejumlah atlet dari Kabupaten Balangan tampil menonjol dan menyumbangkan medali pada hari-hari awal pertandingan.

Pada hari ketiga, Jumat, 23 Januari 2026, Jannah meraih medali perak dari cabang menembak nomor Women 10 Meter Air Pistol SH1. Hasil tersebut menambah daftar prestasi atlet Banua di ajang Asia Tenggara.

Jannah diketahui mengalami perubahan besar dalam hidupnya sejak 2011. Saat berusia 7 tahun, ia mengalami kecelakaan di Desa Banua Hanyar yang mengakibatkan kehilangan pergelangan tangan kiri, ketika ia baru memulai pendidikan sekolah dasar. “Saya disabilitas tidak memiliki pergelangan tangan kiri akibat kecelakaan,” ujar Jannah, warga Desa Mantimin, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan.

Jannah kemudian bergabung dengan NPC Balangan dan mendapat panggilan mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) NPC Indonesia. Selain dari nomor individual, kontribusi atlet Kalimantan Selatan juga hadir di nomor beregu. Tiga pemain asal daerah, Yahya Hernanda, Ahmad Yusup, dan Mahdianur, menjadi bagian dari tim nasional sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia yang memulai laga perdana dengan kemenangan 3-0 atas Malaysia.

Sebelumnya, medali emas pertama dari Kalimantan Selatan dipersembahkan Mulyadi melalui cabang para renang. Ia menjadi yang terbaik pada nomor 100 meter gaya dada putra kelas SB4. Dari cabang yang sama, Riyanti meraih medali perunggu pada nomor 400 meter gaya bebas putri kelas S6.

Nama Nor Aimah, atlet para renang asal Kabupaten Balangan, juga mencatat hasil penting. Ia meraih medali perak pada nomor 50 meter gaya punggung putri combine kelas S6–S7. Sementara itu, Ahmad Fauzi menyumbang medali perak dari cabang para atletik pada nomor tolak lempar.

Ketua NPC Balangan, Padli, menilai capaian tersebut menunjukkan perkembangan pembinaan yang dijalankan di daerah dan kesiapan atlet saat tampil di level internasional. “Prestasi ini mencerminkan kesiapan atlet, baik secara teknik maupun mental. Kami melihat mereka semakin matang ketika tampil di panggung besar. Ini menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan prestasi ke depan,” ujar Padli, Jumat, 23 Januari 2026, berdasarkan keterangan yang diterima dari dr Fery.

Padli menegaskan, keikutsertaan atlet Balangan di ajang internasional memiliki target yang jelas. “Setiap keberangkatan harus membawa nilai tambah. Bukan hanya soal medali, tetapi juga pengalaman bertanding dan pembentukan karakter atlet,” katanya.

Pengurus NPC Balangan, dr Fery, menyebut capaian para atlet Kalimantan Selatan dapat menjadi pemantik semangat pembinaan olahraga disabilitas di daerah. “Hasil ini menunjukkan bahwa dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, atlet daerah mampu bersaing di tingkat ASEAN. Ini pesan penting bagi atlet-atlet muda bahwa prestasi bisa diraih melalui proses panjang dan disiplin,” kata dr Fery.

Menurut dr Fery, prestasi di Thailand juga menjadi tanggung jawab moral untuk terus memperkuat ekosistem pembinaan. “Kami ingin prestasi ini berkelanjutan. Fokus kami bukan hanya mengejar hasil jangka pendek, tetapi menyiapkan atlet agar konsisten dan siap menghadapi level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Kontingen NPC Kalimantan Selatan masih memiliki wakil di sejumlah cabang, seperti atletik, catur, menembak, panahan, sepak bola CP, hingga voli duduk, yang berpeluang menambah perolehan medali Indonesia.

Hingga Jumat, 23 Januari 2026, pukul 17.00 Wita, klasemen medali mencatat Thailand memimpin dengan 89 emas, 86 perak, dan 67 perunggu (total 242 medali). Indonesia berada di posisi kedua dengan 59 emas, 52 perak, dan 55 perunggu (total 166 medali), disusul Malaysia dengan 26 emas, 28 perak, dan 40 perunggu (total 94 medali).