Situasi dua kapal tanker milik Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz menunjukkan bagaimana konflik geopolitik global dapat berdampak langsung. Peristiwa tersebut menjadi catatan politik mengenai posisi Indonesia di tengah dinamika internasional.
Dalam konteks itu, muncul penilaian bahwa apabila Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif, jalur diplomasi menuju Iran kemungkinan bisa lebih mudah ditempuh. Catatan ini menekankan pentingnya konsistensi sikap diplomatik ketika menghadapi situasi yang melibatkan kawasan strategis seperti Selat Hormuz.

