Airport Dimensions mengumumkan pembukaan Blue Sky Premier International Lounge di Terminal Internasional (T2) Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada 4 Maret 2026. Peresmian ini menjadi bagian dari langkah perusahaan memperkuat ekspansi di kawasan Asia-Pasifik, seiring pengembangan bisnisnya di sejumlah lokasi seperti Hong Kong, Jakarta, dan Vietnam.
Pembukaan lounge di Surabaya disebut sebagai tonggak dalam strategi regional Airport Dimensions setelah peluncuran Blue Sky Premier Lounge di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Kemitraan Airport Dimensions dengan Blue Sky Group sebelumnya juga diperkuat oleh operasional lounge di Makassar yang telah mengumpulkan lebih dari 3.000 ulasan bintang lima di Google sejak dibuka pada Agustus lalu.
Blue Sky Premier International Lounge di Surabaya merupakan kolaborasi ketiga antara Airport Dimensions dan Blue Sky Group. Lounge ini memiliki luas 462 meter persegi dengan kapasitas hingga 101 tamu. Desainnya terinspirasi dari identitas Surabaya sebagai “Kota Pahlawan”, dipadukan pengaruh Barat dan elemen kayu, serta menampilkan pajangan batik sebagai bagian dari konsep interior.
Dari sisi layanan, lounge menyediakan pilihan kuliner lokal dan internasional. Fasilitas makanan mencakup konsep live-cooking untuk menu seperti telur, pasta, dan mi, serta steamboat. Menu lokal yang ditonjolkan antara lain Rawon Surabaya dan mantau khas Blue Sky. Pengalaman bersantap dilengkapi dengan kopi lokal premium dan bar yang dikelola secara profesional.
Area lounge dibagi ke dalam beberapa zona untuk mendukung kebutuhan pelancong, baik untuk bekerja maupun beristirahat. Terdapat area interaksi bernama The Hub dengan konfigurasi tempat duduk untuk wisatawan solo, grup, maupun keluarga. Konsep open space menghubungkan area duduk dengan makanan dan minuman, sementara area workspace disediakan bagi tamu yang membutuhkan suasana lebih tenang.
Presiden Airport Dimensions untuk EMEA & APAC, Errol McGlothan, menyampaikan bahwa pertumbuhan penerbangan di Asia Tenggara turut mendorong meningkatnya peran kota-kota sekunder seperti Surabaya dalam konektivitas internasional. Menurutnya, keragaman profil penumpang memunculkan kebutuhan baru terhadap pengalaman bandara, termasuk ruang istirahat, makanan berkualitas, dan area kerja.
Direktur PT Bumi Liputan Angkasa (Blue Sky Group), Sucin Rahayu, menyatakan pembukaan lounge internasional di Surabaya bersama Airport Dimensions menjadi momen penting bagi perusahaan dalam menampilkan keramahtamahan Indonesia, melalui detail interior hingga pilihan menu yang memadukan sajian khas Jawa Timur dan pilihan internasional.
Blue Sky Premier Lounge di Juanda dibuka untuk semua penumpang tanpa memandang maskapai atau kelas tiket. Akses tersedia bagi anggota Priority Pass serta pemegang kartu LoungeKey. Penumpang umum juga dapat masuk dengan skema walk-in seharga Rp330.000 per orang, dengan opsi pemesanan di muka melalui hotline reservasi atau program kemitraan anggota yang berpartisipasi, tergantung ketersediaan.
Airport Dimensions menyebut debut di Surabaya menjadi acuan bagi strategi regionalnya. Perusahaan juga menyoroti pengembangan lain di Asia-Pasifik, termasuk Kyra Lounge di Bandara Internasional Hong Kong yang disebut meraih penghargaan sebagai lounge Priority Pass terbaik di Asia Pasifik, serta peningkatan Rose Business Lounge di Bandara Internasional Tan Son Nhat, Ho Chi Minh City, melalui kemitraan dengan SASCO. Di Vietnam, perusahaan juga mengumumkan pengembangan lounge baru di Bandara Internasional Noi Bai, Hanoi.
Secara global, Airport Dimensions menyatakan portofolionya mencakup lebih dari 85 pengalaman bandara. Sejumlah langkah di Indonesia, Hong Kong, dan Vietnam disebut memperkuat posisinya di pasar Asia-Pasifik, dengan rencana pengembangan regional lain yang diperkirakan menyusul.

