BERITA TERKINI
Harga Kemasan Plastik Melonjak, Pedagang Kecil di Yogyakarta Tertekan Biaya Produksi

Harga Kemasan Plastik Melonjak, Pedagang Kecil di Yogyakarta Tertekan Biaya Produksi

Kenaikan harga kemasan plastik dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan menembus lebih dari 50 persen secara global. Lonjakan ini dipicu gangguan pasokan bahan baku impor nafta yang terdampak konflik geopolitik di Timur Tengah. Dampaknya mulai terasa hingga ke pelaku usaha kecil di Yogyakarta, dari pedagang keliling hingga pelaku usaha sablon plastik.

Para pedagang menghadapi dilema: menaikkan harga jual demi menutup biaya produksi yang meningkat, atau menahan harga agar pelanggan tidak berkurang meski keuntungan semakin tipis. Situasi ini terjadi di tengah kondisi daya beli masyarakat yang disebut menurun.

Salah satu pedagang yang terdampak adalah Mang Kardi (57), penjual siomay keliling yang biasa mangkal di kawasan Jalan Parangtritis. Ia mengaku terpaksa menaikkan harga siomay dari Rp12.000 menjadi Rp13.000 per porsi agar tetap bisa berjualan.

Menurut Mang Kardi, kenaikan tidak hanya terjadi pada bahan makanan, tetapi juga pada kemasan plastik yang digunakan untuk membungkus dagangannya. Plastik kertas yang biasa ia pakai naik dari sekitar Rp25.000 per 100 biji menjadi Rp37.000. Selain itu, kemasan plastik kresek yang digunakan sebagai pembungkus tambahan juga naik dari sekitar Rp15.000 per pak menjadi Rp23.000.

Meski demikian, ia memilih menaikkan harga hanya Rp1.000 per porsi. Ia khawatir kenaikan yang lebih tinggi akan membuat pembeli berkurang. Mang Kardi mengatakan kini ia mengatur keuntungan agar tidak merugi, seraya berharap harga bahan baku, termasuk plastik dan cabai, dapat kembali stabil.

Kondisi serupa dialami Yanti, pedagang makanan keliling di kawasan Malioboro yang menjual berbagai menu seperti nasi teri tempe, jus, serta makanan ringan. Ia menyebut kenaikan harga plastik sudah terasa sejak menjelang Ramadan dan semakin terasa setelah Lebaran.

Yanti mengatakan berbagai jenis kemasan yang biasa ia gunakan mengalami kenaikan tajam, mulai dari plastik kiloan, cup minuman, botol jus, hingga thinwall atau kotak makanan. Ia memperkirakan kenaikan berada di kisaran 40 hingga 60 persen. Salah satu contohnya, plastik kiloan yang sebelumnya sekitar Rp3.500 kini menjadi Rp6.500.

Di tengah tekanan tersebut, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) disebut berupaya memfasilitasi akses bahan baku bagi pedagang untuk meminimalkan tekanan ekonomi akibat lonjakan harga kemasan plastik.