BERITA TERKINI
Dubes Iran Temui JK, Megawati, dan Jokowi di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Dubes Iran Temui JK, Megawati, dan Jokowi di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya diplomasi untuk mencari dukungan sekaligus mendorong perdamaian.

Salah satu pertemuan dilakukan dengan Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, JK menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap berperan sebagai penengah dalam konflik. Namun, JK menegaskan bahwa upaya mediasi tetap bergantung pada persetujuan semua pihak yang terlibat.

Dalam pertemuan lanjutan, Boroujerdi menyampaikan dampak perang di Iran. Ia melaporkan bahwa serangan telah menghancurkan rumah, sekolah, hingga rumah sakit. Menurutnya, korban tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga warga sipil, termasuk anak-anak.

Boroujerdi juga menyampaikan rencana Iran untuk meluncurkan kampanye global guna menghentikan perang. Ia berharap Indonesia, baik pemerintah maupun masyarakat, dapat ikut terlibat dalam gerakan tersebut.

Selain bertemu JK, Boroujerdi juga menemui Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Dalam pertemuan itu, Megawati menyampaikan simpati atas situasi di Iran dan memberikan ucapan terkait kepemimpinan baru di negara tersebut.

Pertemuan berikutnya dilakukan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo. Dalam kesempatan itu, dibahas pentingnya kampanye global untuk menghentikan perang. Jokowi menekankan bahwa dunia membutuhkan perdamaian agar stabilitas ekonomi dan energi tetap terjaga.

Rangkaian pertemuan ini menunjukkan upaya Iran membangun dukungan internasional di tengah konflik. Indonesia, dengan posisi politik luar negeri bebas aktif, dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong perdamaian. Di tengah dinamika konflik global, jalur dialog kembali ditekankan sebagai harapan untuk mengakhiri perang.