BERITA TERKINI
Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Minyak Anjlok, Bursa Saham Global Menguat

Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Minyak Anjlok, Bursa Saham Global Menguat

Harga minyak dunia jatuh tajam sementara pasar saham global menguat setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan ini meredakan kekhawatiran pasar yang sebelumnya tertekan oleh ketegangan konflik di Timur Tengah.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat merosot hingga 19%, penurunan terdalam dalam hampir enam tahun terakhir. Pelemahan terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan setuju menangguhkan pengeboman terhadap Iran, langkah yang dinilai membuka peluang normalisasi kembali arus minyak melalui Selat Hormuz.

Dari pihak Iran, terdapat konfirmasi bahwa jalur pelayaran aman di Selat Hormuz akan dibuka selama masa gencatan senjata. Pengumuman tersebut muncul hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu Selasa pukul 20.00 waktu New York yang sebelumnya ditetapkan Trump bagi Iran untuk mencapai kesepakatan.

Reaksi positif juga terlihat di pasar saham. Indeks acuan saham Asia MSCI naik 1,8%, sementara kontrak berjangka bursa Wall Street menguat lebih dari 2%. Pelaku pasar menilai penurunan harga minyak berpotensi membantu menahan laju inflasi dan mendukung pemulihan pertumbuhan ekonomi.

Di pasar valuta asing, indeks dolar—yang sempat dipandang sebagai aset aman selama eskalasi konflik—turun 0,7%. Pasar obligasi turut menguat, tercermin dari imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10 tahun yang turun empat basis poin.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menulis, “Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu.” Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut “bergantung pada persetujuan Republik Islam Iran untuk membuka Selat Hormuz secara LENGKAP, SEGERA, dan AMAN.”