Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kenaikan harga kebutuhan pokok yang mulai terlihat sejak sekitar sebulan terakhir. Ia meminta warga lebih bijak mengatur pengeluaran karena situasi global dinilai turut berdampak pada harga-harga di daerah.
“Kondisi dunia tidak sedang baik-baik saja dan dampaknya sudah mulai terasa, harga-harga mulai naik. Karena itu kita harus lebih bijak membelanjakan uang,” ujar Melki.
Selain mengatur pengeluaran, Melki juga mengimbau masyarakat agar saling memperhatikan dan membantu, terutama bagi warga yang berpotensi mengalami kesulitan ekonomi. Ia menekankan pentingnya kepedulian sosial agar warga yang kekurangan kebutuhan dasar dapat terdeteksi lebih awal.
Ia mendorong peran aktif komunitas, gereja, hingga pemerintah desa untuk melakukan deteksi dini terhadap warga yang membutuhkan bantuan, sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran. “Jangan sampai ada tetangga yang kesulitan makan tapi kita tidak tahu. Kita tidak boleh bersikap apatis,” tegasnya.
Melki juga mengakui kapasitas fiskal pemerintah daerah memiliki keterbatasan. Namun, ia menyatakan bantuan bagi masyarakat rentan tetap menjadi prioritas sepanjang data penerima manfaat jelas.
“Kalau terdeteksi lebih awal, kita bisa bantu lewat desa, kabupaten, provinsi, bahkan melalui Gereja,” katanya.
Di sisi lain, masyarakat diminta bersiap menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan lebih panjang dan lebih panas tahun ini. Melki mengingatkan petani agar mengelola air secara efisien demi menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan.
“El Nino ini biasanya lima tahunan, tapi sekarang bisa lebih cepat dan dampaknya lebih panjang. Karena itu kita harus hemat air dan jaga tanaman yang sudah ada,” ujarnya.
Sementara itu, data Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTT menunjukkan lonjakan harga pada sejumlah komoditas strategis, terutama kelompok cabai, minyak goreng, gula, hingga telur. Data tersebut dihimpun dari Pasar Oeba dan Pasar Naikoten di Kota Kupang pada Maret, dengan kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai.
Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp90.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau naik menjadi Rp57.500 per kilogram. Cabai merah besar berada di harga Rp55.000 per kilogram dan cabai merah keriting Rp56.250 per kilogram. Dalam periode bulanan, kenaikan cabai merah disebut menjadi yang paling tinggi.

