Harga berbagai jenis dan ukuran plastik di Pasar Manis, Kabupaten Ciamis, dilaporkan mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Sejumlah pedagang menduga lonjakan harga bahan kemasan ini berkaitan dengan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Nining, karyawan salah satu toko plastik di Pasar Manis, mengatakan kenaikan harga mulai terasa seiring mencuatnya isu ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia mengaku tidak mengetahui secara teknis penyebabnya, namun mendapat informasi dari pemilik toko bahwa modal pembelian stok dari distributor memang meningkat.
Ia mencontohkan kenaikan pada plastik putih ukuran 7×14. Sebelumnya, harga plastik tersebut Rp4.700 per 5 pcs, namun kini naik menjadi Rp7.500 per 5 pcs.
Kenaikan harga plastik ini turut berdampak pada pedagang komoditas lain yang bergantung pada kemasan, salah satunya penjual minyak goreng curah eceran. Azmi, penjual minyak goreng di pasar tersebut, mengaku terbebani karena harus mengemas minyak goreng ke kantong-kantong kecil untuk pembeli eceran.
Menurut Azmi, biaya operasional membengkak karena kenaikan harga plastik terjadi bersamaan dengan harga minyak goreng curah dari agen yang masih tergolong mahal. “Kenaikan harga kantong plastik jelas sangat berpengaruh. Untuk satu kilogram minyak saja, saya harus membaginya menjadi empat kantong, sehingga ada tambahan biaya pengemasan yang cukup besar,” ujarnya.
Kondisi itu mendorong pedagang eceran kecil menyesuaikan harga jual agar tidak merugi. Akibatnya, muncul perbedaan harga yang terlihat antara kios eceran kecil dan kios partai besar yang tidak banyak menggunakan kemasan plastik kecil.
Meski harga plastik terus naik, pedagang eceran menyebut kemasan tersebut tetap menjadi sarana utama untuk melayani konsumen. Masyarakat pun berharap harga bahan baku plastik kembali stabil agar tidak menambah beban biaya hidup dan memengaruhi harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.

