BERITA TERKINI
JDF Asia Pasifik Serukan Tekanan Global terhadap Israel lewat Boikot, Divestasi, dan Sanksi

JDF Asia Pasifik Serukan Tekanan Global terhadap Israel lewat Boikot, Divestasi, dan Sanksi

JAKARTA — Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik menyerukan langkah konkret dari komunitas internasional untuk merespons dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat Palestina. Seruan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan global terhadap kebijakan Israel yang dinilai semakin represif.

Presiden JDF Asia Pasifik, Jazuli Juwaini, menilai situasi yang berkembang tidak cukup dijawab dengan kecaman politik semata. Ia mendorong dunia internasional mengambil tindakan tegas melalui gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

“Dunia tidak bisa hanya berhenti pada pernyataan sikap. Harus ada tekanan nyata yang sistematis untuk menghentikan pelanggaran kemanusiaan,” kata Jazuli.

JDF juga menyoroti sikap delapan negara mayoritas Muslim—Indonesia, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab—yang secara bersama mengecam kebijakan Israel terkait kemungkinan penerapan hukuman mati terhadap warga Palestina. Menurut JDF, kecaman kolektif itu menjadi sinyal menguatnya kesadaran global atas isu Palestina, namun dinilai masih memerlukan langkah lanjutan agar tekanan terhadap Israel berdampak.

Dalam kerangka BDS, JDF Asia Pasifik mengusulkan tiga langkah utama, yaitu penghentian kerja sama ekonomi, militer, dan teknologi; penarikan investasi dari entitas yang terlibat; serta penerapan sanksi internasional atas dugaan pelanggaran hukum humaniter.

Selain itu, JDF mendorong negara-negara di dunia untuk mempertimbangkan pemutusan hubungan diplomatik sebagai bentuk tekanan politik yang lebih kuat. “Langkah ini penting untuk memberikan pesan tegas bahwa praktik penjajahan dan kekerasan tidak bisa ditoleransi dalam tatanan global,” ujar Jazuli.

JDF menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk menggalang dukungan internasional, terutama di kalangan negara berkembang dan dunia Islam. Pemerintah Indonesia didorong lebih aktif di forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, melalui penguatan diplomasi, konsolidasi negara-negara Global South, serta dorongan akuntabilitas internasional atas dugaan pelanggaran yang terjadi.

“Indonesia bisa menjadi motor penggerak solidaritas global untuk memastikan keadilan bagi rakyat Palestina,” kata Jazuli.

Di akhir pernyataannya, JDF Asia Pasifik mengajak pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan individu di berbagai negara untuk bersatu dalam solidaritas global. Seruan tersebut ditujukan untuk menghentikan kekerasan, menegakkan keadilan, serta memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina secara berkelanjutan di panggung internasional.