BERITA TERKINI
Siswa BINUS SCHOOL Education Ambil Bagian dalam Asia-Pacific Young Leaders Convention 2026 di Tangerang

Siswa BINUS SCHOOL Education Ambil Bagian dalam Asia-Pacific Young Leaders Convention 2026 di Tangerang

Siswa BINUS SCHOOL Education berpartisipasi dalam Asia-Pacific Young Leaders Convention (APYLC) 2026 yang digelar di Tangerang pada 20–24 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi pemimpin muda lintas negara untuk membahas berbagai tantangan global.

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-9, APYLC mempertemukan pelajar dari Indonesia, Jepang, Singapura, dan China. BINUS SCHOOL Education bertindak sebagai tuan rumah dalam konvensi internasional tersebut.

Dari Indonesia, BINUS SCHOOL Education diwakili siswa dari BINUS SCHOOL Simprug, BINUS SCHOOL Serpong, BINUS SCHOOL Bekasi, dan BINUS SCHOOL Semarang. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan bersama pelajar dari Kaichi High School (Jepang), Nan Chiau High School (Singapura), serta Changshu Lunhua Senior High School (China).

Selama lima hari, para delegasi terlibat dalam diskusi lintas budaya dan kerja kolaboratif untuk mengembangkan solusi aplikatif terhadap isu-isu global. Secondary School Principal BINUS SCHOOL Serpong, Corey Allison, mengapresiasi antusiasme peserta.

“Kami sangat bangga melihat siswa dari seluruh BINUS SCHOOL Education, bersama dengan rekan-rekan mereka dari berbagai negara, terlibat secara aktif dalam APYLC 2026. Kegiatan ini menjadi platform penting bagi mereka untuk berkembang sebagai pemimpin masa depan yang mampu menghadapi tantangan global melalui pemikiran kreatif dan kolaborasi lintas budaya yang kuat,” ujar Corey Allison dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (29/4/2026).

APYLC 2026 mengusung tema “Root for Change: Feeding Minds, Healing Communities, Empowering Futures.” Tema ini diarahkan untuk mengeksplorasi solusi yang selaras dengan tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yakni SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).

Salah satu peserta, Claudia dari BINUS SCHOOL Education, mengatakan kegiatan ini memberinya perspektif baru terhadap tantangan global. “Selama kegiatan berlangsung, saya bertemu dengan banyak orang dengan perspektif dan cara hidup yang berbeda, serta belajar betapa pentingnya komunikasi lintas budaya dalam menciptakan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan untuk diterapkan,” katanya.

Selain sesi akademik dan pengembangan kepemimpinan, para delegasi juga mengikuti agenda pengenalan alam dan budaya Indonesia. Peserta mengunjungi Hutan Mangrove dan Museum Nasional, serta mencoba pengalaman budaya seperti batik, wayang, angklung, dan permainan tradisional.

Sumegi, peserta dari Kaichi High School, Jepang, turut menyampaikan kesan selama mengikuti kegiatan. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru terhadap isu global dan merasa terinspirasi untuk berkontribusi dalam perubahan. “Saya juga sangat terkesan dengan budaya Indonesia, khususnya batik. Sebelum mengikuti APYLC, saya sudah lama ingin belajar membuat batik, dan saya bersyukur akhirnya dapat merasakannya secara langsung. Saya pasti akan kembali lagi ke Indonesia suatu hari nanti,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sambutan Ketua APYLC, Cao Lunhua, pada 24 April 2026. Ia menegaskan APYLC sebagai titik awal bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan. “APYLC merupakan titik awal bagi generasi muda untuk memulai perjalanan mereka sebagai agen perubahan. Melalui inisiatif ini, mereka didorong untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masa depan dunia,” ujarnya.

Dalam penutupan tersebut, Cao Lunhua juga mengumumkan bahwa APYLC ke-10 akan diselenggarakan di Jepang pada tahun berikutnya. Ia menyampaikan optimisme bahwa semakin banyak generasi muda akan berkolaborasi dan memimpin perubahan yang bermakna.

BINUS SCHOOL Education menyatakan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan global melalui pengembangan kepemimpinan dan kolaborasi internasional. Melalui inisiatif seperti APYLC, siswa didorong untuk berpikir melampaui batas, berkolaborasi lintas budaya, dan mengambil peran dalam merumuskan solusi bagi masa depan.