LONDON — Dua jet tempur Inggris yang lepas landas dari pangkalan udara di Rumania disebut mendapat izin untuk menembak jatuh drone Rusia yang terdeteksi terbang dekat perbatasan negara anggota NATO tersebut. Informasi itu disampaikan Kementerian Pertahanan Rumania.
Namun, pejabat Rumania dan Inggris menegaskan pesawat tempur itu tidak pernah memasuki wilayah udara Ukraina maupun melepaskan tembakan ke wahana udara nirawak (UAV) Rusia.
Dalam pernyataan pada Sabtu, Kementerian Pertahanan Rumania menyebut jet Eurofighter Typhoon RAF yang ditempatkan di Pangkalan Udara ke-86 di Fetesti lepas landas pada pukul 02.00. Jet tersebut melakukan kontak radar dengan sebuah target yang berada sekitar 1,5 kilometer dari Reni, kota pelabuhan Ukraina di tepi Sungai Danube, yang lokasinya sangat dekat dengan wilayah Rumania.
“Para pilot memiliki izin untuk menyerang drone,” kata kementerian itu. Dalam pernyataan yang sama, disebutkan pula adanya laporan beberapa ledakan di Reni.
Sejumlah laporan media kemudian menafsirkan pernyataan tersebut sebagai lampu hijau untuk menyerang UAV Rusia di wilayah Ukraina. Menanggapi hal itu, kementerian pertahanan Inggris dan Rumania memberikan klarifikasi kepada The Telegraph bahwa pesawat tidak memasuki wilayah udara Ukraina dan tidak menyerang target apa pun, serta kembali ke pangkalan tanpa menembak.
Kementerian Pertahanan Rumania menekankan bahwa karena target yang dimaksud tidak melanggar wilayah udara Rumania, target tersebut tidak dapat ditembak. “Misi tetap berupa pengawasan, pencegahan, dan kesiapan untuk merespons jika diperlukan,” tegas kementerian tersebut.