BERITA TERKINI
Uni Eropa Dorong Negara ASEAN Diversifikasi Pasokan Minyak, Tidak Bergantung pada Rusia

Uni Eropa Dorong Negara ASEAN Diversifikasi Pasokan Minyak, Tidak Bergantung pada Rusia

Bandar Seri Begawan — Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, meminta negara-negara ASEAN mencari alternatif pasokan minyak dan tidak beralih ke Rusia di tengah kelangkaan energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan setelah Uni Eropa pada bulan ini menyetujui putaran baru sanksi terhadap Rusia, termasuk pengetatan pembatasan perdagangan minyak. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menekan kemampuan Moskow membiayai perang di Ukraina.

Dikutip dari AsiaOne pada Selasa, 28 April 2026, Kallas menilai Rusia justru meraih keuntungan geopolitik dan ekonomi dari perang AS-Israel melawan Iran yang mengganggu jalur Selat Hormuz, rute strategis bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

“Ingatlah bahwa pendapatan minyak adalah pendapatan yang digunakan Rusia untuk membiayai perang ini (di Ukraina). Kami berkepentingan agar perang ini berhenti,” kata Kallas kepada wartawan usai bertemu para menteri luar negeri ASEAN di Brunei Darussalam.

Ia menambahkan, “Itulah sebabnya kami tentu mendorong diversifikasi sumber daya dan mencarinya dari tempat lain, bukan dari Rusia.”

Meski demikian, Kallas tidak merinci apakah isu pasokan energi Rusia dibahas secara langsung dalam forum resmi bersama para menteri ASEAN.

Di tengah meningkatnya tekanan krisis energi global, sejumlah negara Asia Tenggara—termasuk Vietnam, Thailand, Filipina, dan Indonesia—dilaporkan sedang mempertimbangkan atau meningkatkan opsi impor minyak dari Rusia guna menjaga stabilitas pasokan domestik.

Pernyataan Uni Eropa ini menyoroti kompleksitas persaingan geopolitik global, ketika negara-negara berkembang dihadapkan pada kebutuhan menjaga keamanan energi nasional sekaligus tekanan diplomatik dari kekuatan-kekuatan besar dunia.