BERITA TERKINI
Karaoke Argorejo Semarang Lesu Usai Lebaran 2026, Pelaku Usaha Sebut Daya Beli dan Dampak Konflik Global

Karaoke Argorejo Semarang Lesu Usai Lebaran 2026, Pelaku Usaha Sebut Daya Beli dan Dampak Konflik Global

SEMARANG — Aktivitas bisnis karaoke di kawasan Argorejo, Semarang, dilaporkan menurun signifikan setelah Lebaran 2026. Pelaku usaha menilai lesunya kunjungan dipengaruhi turunnya daya beli masyarakat pascahari raya, serta kondisi ekonomi global yang belum stabil akibat konflik yang melibatkan Iran.

Ketua Paguyuban Karaoke Argorejo Semarang (Pakar), Triyanto, mengatakan kawasan yang dikenal sebagai eks Sunan Kuning sempat mengalami peningkatan kunjungan pada awal Lebaran. Namun, dalam beberapa hari terakhir jumlah pengunjung kembali menurun.

“Setelah Lebaran, dua hari pertama sempat ramai. Tapi setelah itu mulai sepi. Kemungkinan karena pengeluaran masyarakat habis untuk Lebaran,” ujar Triyanto saat ditemui di sela acara halal bihalal dan silaturahmi di wisma Pakar, kawasan Argorejo, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Selasa (7/4/2026).

Triyanto berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan aktivitas usaha hiburan di Argorejo dapat kembali normal. “Semoga minggu depan mulai normal kembali,” katanya.

Ia menilai penurunan ini juga tidak lepas dari situasi ekonomi global. Menurutnya, konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memberi dampak tidak langsung terhadap daya beli masyarakat, termasuk pada sektor hiburan.

“Semua yang berkaitan dengan ekonomi pasti berpengaruh, termasuk sektor hiburan seperti karaoke,” jelasnya.

Selain faktor ekonomi global, kondisi pascahari raya disebut menjadi penyebab utama menurunnya perputaran uang di masyarakat. Banyak warga mengalokasikan penghasilan untuk kebutuhan Lebaran sehingga mengurangi pengeluaran untuk hiburan.

Di sisi lain, paguyuban juga masih melakukan pendataan jumlah Lady Companion (LC) atau pemandu karaoke di kawasan Argorejo. Triyanto menyebut hasil pendataan diperkirakan baru terlihat dalam sekitar satu pekan ke depan.

“Pendataan masih berjalan. Mungkin satu minggu ke depan baru terlihat apakah jumlah LC bertambah atau berkurang,” ucapnya.

Triyanto menambahkan, sebagian LC belum kembali bekerja setelah Lebaran, meski ada pula yang baru bergabung. “Ini hal yang wajar, ada yang keluar dan ada yang masuk,” ujarnya.