Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) memperkuat ekspansi global industri ekonomi kreatif melalui partisipasi pegiat produksi periklanan Indonesia dalam ajang Asia Pacific Advertising Festival (ADFEST) 2026 di Pattaya, Thailand. Langkah ini diarahkan untuk mendorong subsektor periklanan sebagai “the new engine of growth” di tingkat internasional.
Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, menegaskan Indonesia didorong untuk tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam rantai produksi global. “Indonesia tidak boleh berhenti sebagai pasar. Kita harus masuk sebagai pemain utama dalam rantai produksi global, membawa proyek masuk, dan menciptakan kolaborasi nyata lintas negara,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (1/4/2026).
ADFEST 2026 berlangsung pada 19–21 Maret 2026. Partisipasi Indonesia dalam acara tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII) melalui program IRPII x EKRAF Goes to ADFEST 2026.
Keterlibatan Indonesia difokuskan pada program Production Hut, yang menjadi ruang untuk menampilkan portofolio sekaligus membuka akses interaksi dengan pelaku industri kreatif global. Melalui booth bersama, Indonesia menghadirkan karya film iklan komersial serta memperkenalkan layanan produksi kepada calon mitra internasional, sebagai gambaran kesiapan rumah produksi nasional dalam menangani proyek berskala global.
Selama tiga hari pelaksanaan, delegasi yang terdiri dari tujuh rumah produksi iklan di bawah naungan IRPII memanfaatkan momentum tersebut untuk menjalin koneksi profesional dan mengeksplorasi peluang kolaborasi. Sejumlah pertemuan business to business (B2B) dilakukan dengan perwakilan festival, media industri, dan perusahaan produksi internasional.
Keterlibatan pengunjung dari berbagai negara—di antaranya Jepang, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Australia, hingga Amerika Serikat—dinilai mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap kapasitas produksi Indonesia, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas wilayah yang lebih luas.
Diskusi yang berlangsung mencakup penjajakan production services, potensi proyek internasional, hingga peluang eksposur melalui media dan festival global. Komunikasi lanjutan disebut akan dilakukan untuk mengakselerasi peluang tersebut menjadi kerja sama yang lebih konkret.
Melalui partisipasi ini, Kementerian Ekraf mendorong peningkatan peran Indonesia dalam rantai produksi kreatif global, dengan fokus pada penciptaan nilai tambah, penguatan kapasitas industri, serta perluasan kontribusi pelaku nasional dalam proyek-proyek internasional.

