Harga bahan bakar minyak (BBM) global dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini dipicu konflik geopolitik yang turut memengaruhi pasokan energi dunia.
Lonjakan harga minyak mentah disebut menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga BBM. Selain itu, gangguan distribusi energi ikut meningkatkan biaya produksi di berbagai negara.
Sejumlah wilayah mencatat harga BBM jauh di atas rata-rata global. Hong Kong menjadi salah satu wilayah dengan harga tertinggi di dunia, mencapai Rp 69.720 per liter.
Di Eropa, beberapa negara juga mencatat harga tinggi. Belanda dan Denmark berada pada kisaran rata-rata masing-masing Rp 46.593 dan Rp 45.233 per liter.
Kondisi serupa terlihat di Jerman dan Singapura. Harga BBM di kedua wilayah tersebut berada di rentang Rp 41.152 hingga Rp 43.362 per liter.
Di Indonesia, harga BBM relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara tersebut. Perbedaan ini antara lain dipengaruhi kebijakan subsidi dan pengendalian harga.
Meski demikian, kenaikan harga energi global tetap berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Pemerintah diminta menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.

