BELAWAN — TNI Angkatan Laut menegaskan kembali perannya dalam diplomasi maritim melalui kedatangan kapal latih tiang tinggi KRI Bima Suci di Belawan, Sumatera Utara. Kunjungan ini merupakan etape kedua pelayaran Latihan Kartika Jala Krida (KJK) 2026 dan menjadi bagian dari misi membangun persahabatan antarnegara sekaligus pembinaan taruna sebagai calon pemimpin maritim.
KRI Bima Suci yang membawa misi ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026 disambut oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Dankodaeral I) Laksamana Muda TNI Deny Septiana bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat maritim. Prosesi penyambutan berlangsung dengan iringan kapal pendamping dan nelayan, serta pengalungan Ulos Medan sebagai simbol kehormatan dan persahabatan khas Sumatera Utara.
Dalam KJK 2026, TNI AL melibatkan 79 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73. Selain itu, terdapat 52 peserta delegasi dari 25 negara yang bergabung melalui program APCS. Peserta berasal dari negara-negara ASEAN dan non-ASEAN, termasuk Australia, China, Kanada, serta sejumlah negara Eropa.
Selama sandar di Belawan pada 5–8 April 2026, sejumlah agenda digelar, antara lain welcome ceremony dan liberty time, courtesy call untuk penguatan hubungan kelembagaan dengan Dankodaeral I dan Gubernur Sumatera Utara, open ship untuk pelajar, serta deck reception yang memadukan seni budaya Indonesia dan pertukaran cinderamata antarnegara. Kegiatan lainnya meliputi demonstrasi Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS), bakti sosial berupa pembagian 150 paket sembako kepada masyarakat pesisir Belawan, serta kunjungan budaya ke Istana Maimun dan Museum Rahmat.
Sebelumnya, KRI Bima Suci memulai etape pertama dari Jakarta. Rute pelayaran KJK 2026 meliputi Surabaya – Jakarta – Belawan – Sri Lanka – Singapura – Vietnam – China – Korea Selatan – Rusia – Jepang – Filipina – Bitung – Surabaya, dengan total jarak 16.877 nautical mile selama 124 hari.
Setelah dari Belawan, pada 8 April 2026 kapal dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju Colombo, Sri Lanka, dengan pengawalan unsur KAL Viper dan KAL Siba.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menekankan bahwa pelayaran ini tidak hanya menjadi latihan praktik bagi taruna. Ia menyebut KRI Bima Suci sebagai duta bangsa yang menjalankan diplomasi muhibah untuk membangun persahabatan global, mempromosikan budaya Indonesia, serta membuka peluang ekonomi melalui keterlibatan UMKM.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sektor UMKM turut dilibatkan untuk memperkenalkan produk unggulan Indonesia kepada delegasi asing sebagai bagian dari upaya promosi ekspor dan penguatan daya saing global. Adapun bagi taruna AAL, pelayaran ini menjadi ruang untuk mengasah kemampuan pelayaran dan navigasi sekaligus membangun jejaring internasional.
Rangkaian KJK 2026 melalui KRI Bima Suci menegaskan bahwa diplomasi maritim Indonesia dijalankan tidak hanya melalui pertemuan resmi, tetapi juga lewat interaksi di atas kapal dan kerja sama lintas negara selama pelayaran.

