BERITA TERKINI
Legislator DPR Serukan Diplomasi untuk Redakan Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Legislator DPR Serukan Diplomasi untuk Redakan Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Anggota Komisi I DPR RI Andina Theresia Narang menyoroti perkembangan terbaru di Timur Tengah, terutama eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Ia menilai situasi tersebut tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan regional, melainkan tantangan global yang perlu ditangani secara bertanggung jawab.

Andina mengingatkan bahwa peningkatan ketegangan militer berisiko memperluas instabilitas yang dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan keamanan dunia. Karena itu, ia menekankan pentingnya mengedepankan jalur diplomasi dan dialog dalam merespons situasi yang berkembang.

“Situasi di Timur Tengah harus disikapi dengan prioritas utama pada diplomasi dan dialog. Perang bukan solusi. Kita semua harus mengutamakan upaya damai untuk menjaga stabilitas, demi mencegah jatuhnya korban dan meminimalkan dampak yang lebih luas,” kata Andina di Jakarta, Selasa (3/3/2026), sebagaimana dirilis dpr.go.id.

Dalam kesempatan yang sama, Andina menyatakan dukungan terhadap langkah diplomatik yang ditempuh pemerintah Indonesia. Ia mengatakan DPR RI akan terus mendorong agar Indonesia mengambil peran aktif di forum internasional untuk meredakan ketegangan dan membuka jalur dialog, termasuk melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Andina juga menekankan perlunya koordinasi intensif antara DPR, pemerintah, dan para pemangku kepentingan nasional untuk memitigasi dampak konflik terhadap Indonesia. Menurutnya, prioritas utama adalah memastikan perlindungan dan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak, termasuk kesiapan evakuasi serta penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi lebih luas, ia menyebut DPR RI bersama pemerintah akan memperkuat diplomasi damai melalui jalur bilateral dan multilateral guna menghentikan konflik dan mendorong dialog terbuka.

Di dalam negeri, Andina mendorong pemerintah menjaga stabilitas nasional dengan mengantisipasi potensi gejolak harga energi, fluktuasi nilai tukar, serta gangguan rantai pasok global. Upaya tersebut, menurutnya, perlu dilakukan melalui kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, disertai komunikasi publik yang terukur dan transparan.

Menutup pernyataannya, Andina menegaskan komitmennya untuk terus mengawal sikap dan langkah strategis pemerintah demi kepentingan dan keselamatan bangsa Indonesia, sekaligus memastikan kontribusi aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.