JAKARTA, 2 Maret — Anggota Komisi I DPR RI Andina Theresia Narang menyatakan perhatian serius terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah, terutama eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Menurut Andina, serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran memicu kecaman internasional serta meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik dan dampaknya terhadap perdamaian dunia.
Ia menilai eskalasi tersebut tidak semata menjadi persoalan regional, melainkan tantangan global yang perlu ditangani secara bertanggung jawab. Andina mengingatkan bahwa peningkatan ketegangan militer berisiko memperluas instabilitas yang dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan keamanan global.
“Situasi di Timur Tengah harus disikapi dengan prioritas utama pada diplomasi dan dialog. Perang bukan solusi. Kita semua harus mengutamakan upaya damai untuk menjaga stabilitas, demi mencegah jatuhnya korban dan meminimalkan dampak yang lebih luas,” kata Andina dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Andina menyatakan dukungan terhadap langkah diplomatik pemerintah Indonesia. Ia menyebut DPR RI akan terus mendorong agar Indonesia mengambil peran aktif di forum internasional untuk meredakan ketegangan dan membuka jalur dialog, termasuk melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi intensif antara DPR, pemerintah, dan para pemangku kepentingan nasional untuk memitigasi dampak konflik terhadap Indonesia. Salah satu prioritas yang ditekankan adalah memastikan perlindungan dan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak, termasuk kesiapan evakuasi serta penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi yang lebih luas, Andina menyampaikan bahwa DPR RI bersama pemerintah mendorong penguatan diplomasi damai melalui jalur bilateral dan multilateral guna menghentikan konflik dan mendorong dialog terbuka.
Di dalam negeri, ia mendorong pemerintah menjaga stabilitas nasional dengan mengantisipasi gejolak harga energi, fluktuasi nilai tukar, serta gangguan rantai pasok global melalui kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, disertai komunikasi publik yang terukur dan transparan.
Andina menegaskan komitmennya untuk terus mengawal sikap dan langkah strategis pemerintah demi kepentingan dan keselamatan bangsa Indonesia, sekaligus memastikan kontribusi aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

