Jakarta—Bulan Syaban menempati posisi istimewa dalam kalender Hijriah. Berada di antara Rajab dan Ramadan, Syaban kerap dikaitkan dengan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah menjelang bulan puasa.
Sejumlah peristiwa yang disebut terjadi pada bulan ini antara lain peralihan arah kiblat, turunnya ayat tentang anjuran berselawat, hingga malam Nisfu Syaban. Berikut rangkuman lima peristiwa penting yang dikaitkan dengan bulan Syaban.
1. Peralihan arah kiblat
Salah satu peristiwa besar yang disebut terjadi pada Syaban adalah perubahan arah kiblat umat Islam. Pada pertengahan Syaban tahun ke-2 Hijriah, turun perintah untuk mengalihkan kiblat dari Masjidil Aqsa di Yerusalem menuju Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah.
Dalam penjelasan tafsir Surat Al-Baqarah ayat 144, Al-Qurthubi dalam kitab Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an mengutip pendapat Abu Hatim Al-Basti yang menyebut perintah perubahan kiblat turun pada malam Selasa di bulan Syaban, bertepatan dengan malam Nisfu Syaban.
Riwayat yang disebut dalam naskah juga menggambarkan Nabi Muhammad SAW menantikan turunnya wahyu terkait perubahan kiblat. Hal itu kemudian dijawab melalui Surat Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan agar wajah diarahkan ke Masjidil Haram.
2. Turunnya ayat anjuran selawat kepada Nabi
Syaban juga dikaitkan dengan turunnya ayat yang menganjurkan umat Islam berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Surat Al-Ahzab ayat 56: “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, selawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Ibnu Abi Shai Al-Yamani menyebut Syaban sebagai bulan selawat karena pada bulan inilah ayat tersebut diturunkan. Keterangan ini disebut diperkuat oleh Imam Syihabuddin Al-Qasthalani dalam kitab Al-Mawahib serta Ibnu Hajar Al-Asqalani, yang menyatakan ayat itu turun pada Syaban tahun ke-2 Hijriah.
3. Diangkatnya amal perbuatan manusia
Dalam keterangan hadis yang disebut, bulan Syaban dikenal sebagai waktu diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW disebut menyukai amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.
Karena itu, Syaban dipandang sebagai waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti puasa sunah, sedekah, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak istighfar.
4. Malam Nisfu Syaban
Peristiwa lain yang banyak dikenal adalah malam Nisfu Syaban, yang jatuh pada pertengahan bulan. Malam ini diyakini sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan dan kesyirikan.
Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, memohon ampunan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
5. Persiapan menyambut Ramadan
Syaban juga kerap dipandang sebagai fase persiapan spiritual dan fisik menjelang Ramadan. Ibadah yang dilakukan pada bulan ini dinilai membantu membangun konsistensi dan kesiapan mental agar pelaksanaan puasa Ramadan dapat dijalani dengan lebih khusyuk.

