Mahasiswa Universitas Duy Tan kembali mencatat kemenangan dalam kejuaraan SAP ERPsim Asia-Pasifik (ERPsim APAC Cup) 2026. Capaian ini disebut semakin menegaskan kemampuan mahasiswa Vietnam dalam ranah akademik dan administrasi bisnis di tingkat internasional.
Kompetisi ERPsim APAC Cup 2026 mempertemukan tim-tim dari berbagai universitas di kawasan Asia-Pasifik. Ajang ini diikuti perguruan tinggi dari sejumlah negara, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, Indonesia, dan Filipina, khususnya institusi yang memiliki kekuatan dalam pelatihan ERPsim.
Dari Vietnam, sejumlah universitas turut berpartisipasi, di antaranya Universitas Sains dan Teknologi Hanoi, Universitas Duy Tan, Universitas Teknologi Kota Ho Chi Minh (Universitas Nasional Vietnam Ho Chi Minh City), Universitas Ekonomi Kota Ho Chi Minh, Universitas Ekonomi dan Hukum (Universitas Nasional Vietnam Ho Chi Minh City), Universitas Nha Trang, serta Universitas FPT. Kehadiran banyak kampus tersebut membuat persaingan dinilai ketat.
ERPsim APAC Cup diselenggarakan oleh ERPsim Lab, HEC Montreal, dan SAP UA APAC. Kompetisi ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menguji keterampilan manajemen perusahaan melalui platform ERP, yang semakin banyak digunakan untuk mengoptimalkan pengelolaan dan operasional bisnis.
Mahasiswa Cao Thi Yen Vi menilai ERPsim APAC Cup 2026 lebih menantang karena tekanan terkait keberlanjutan meningkat, terutama dengan penerapan pajak karbon yang naik bertahap di setiap putaran. Kondisi tersebut, menurutnya, mendorong tim tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga membangun strategi produksi hijau jangka panjang. Ia menambahkan, gangguan yang sering terjadi secara acak serta kebutuhan menyeimbangkan berbagai faktor—mulai dari manajemen inventaris multi-level, optimasi rantai pasokan, hingga pengendalian arus kas—menuntut tim menyusun strategi komprehensif dan mengambil keputusan tepat terkait pemasok, produsen, dan logistik.
Dalam ERPsim APAC Cup 2026, peserta menjalani simulasi bisnis yang terdiri dari tiga putaran pada babak kualifikasi dan empat putaran pada babak final. Kompetisi dimulai dengan tingkat persediaan, permintaan, dan pesanan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sepanjang pertandingan, tim dapat menyesuaikan pemasok, strategi penjualan, investasi produksi, dan manajemen keuangan, dengan ketentuan harus mengakhiri kompetisi dengan utang bank lebih rendah dibandingkan rencana semula.

