Novel MeloDylan karya Asriaci (Asri Aci) menyoroti dinamika pertemanan remaja yang terjerat hubungan romantis rumit di lingkungan sekolah. Kisah yang berangkat dari genre romantis remaja ini menempatkan empat tokoh utama—Melody, Dylan, Bella, dan Fathur—dalam pusaran perasaan yang saling bersilangan, sekaligus memperlihatkan bagaimana masa lalu, kesalahpahaman, dan loyalitas dapat memengaruhi pilihan mereka.
Asriaci lahir pada 13 Maret di Cianjur dan dikenal menulis fiksi remaja bergenre romantis. Selain MeloDylan (2017), ia juga menulis Perfect Couple (2017), Saudade (2019), Shea (2019), serta Bad Boys vs Crazy Girls (2022). MeloDylan disebut telah dibaca lebih dari 20 juta kali di Wattpad, sempat menempati peringkat pertama kategori teen fiction pada 15 Februari 2017, dan kemudian diterbitkan menjadi novel cetak.
Versi buku MeloDylan diterbitkan oleh Coconuts Book pada 30 April 2017. Buku ini disunting oleh Cristiano Prianto, dengan desain sampul serta penataan isi oleh Coconut Design. ISBN yang tercantum adalah 978-602-6940-67-4.
Cerita berpusat pada Melody, siswi SMA yang baru pindah sekolah setelah mengalami kenangan buruk di sekolah lamanya. Ia berharap memulai hidup yang lebih baik, namun pertemuannya dengan Dylan—kakak kelas yang dikenal nakal sekaligus pintar—menjadi awal rangkaian peristiwa yang mengubah hari-harinya. Interaksi keduanya juga memicu respons tidak menyenangkan dari penggemar Dylan, mengingat Dylan disebut jarang berinteraksi dengan perempuan lain selain Bella, sahabatnya sejak kecil.
Bella digambarkan mengidap penyakit berat, situasi yang membuat Dylan sangat protektif. Di sisi lain, Dylan menyukai Bella, tetapi Bella menyukai Fathur—yang juga merupakan sahabat Dylan meski hubungan mereka kemudian merenggang. Ketegangan semakin berkembang ketika Dylan dan Fathur kembali menyukai orang yang sama, kali ini Melody. Melody sendiri awalnya enggan memulai kisah cinta karena trauma dari hubungan masa lalu, namun perhatian Dylan perlahan membuatnya terbawa perasaan.
Hubungan Dylan dan Melody berjalan beberapa bulan, tetapi perhatian Dylan yang besar pada kesehatan Bella menjadi salah satu sumber masalah. Ketika Melody membutuhkan tempat bercerita, ia memilih Fathur yang dinilai bisa diandalkan. Kesalahpahaman yang muncul dari situasi itu berujung pertengkaran besar dan membuat Melody serta Dylan berpisah, meski keduanya masih menyimpan rasa.
Menjelang Dylan berkuliah ke luar negeri, Melody dan Dylan kembali bertemu dalam pertemuan yang digambarkan sebagai perpisahan. Melody mengakui belum bisa melupakan Dylan, demikian pula sebaliknya. Dylan menyampaikan keyakinan bahwa jika kelak mereka bertemu lagi dan perasaan itu masih sama, ia akan menganggapnya sebagai takdir. Melody pun menyampaikan terima kasih atas kenangan yang ia sebut tak terlupakan, meski kebahagiaan itu hanya berlangsung sesaat.
Dari sisi penceritaan, MeloDylan menggunakan alur maju yang bergerak kronologis dari awal hingga akhir. Sudut pandang yang dipakai adalah orang ketiga, ditandai dengan penggunaan nama tokoh dalam narasi. Latar tempat yang paling dominan adalah sekolah dan rumah sakit, sementara keterangan waktu tidak selalu dirinci, meski ada beberapa penanda waktu pada bagian tertentu.
Keempat tokoh utama ditampilkan dengan karakter yang relatif mudah dikenali. Melody digambarkan sebagai tokoh protagonis yang polos, lugu, dan berpendirian teguh. Dylan diposisikan memiliki sisi yang bertolak belakang: dikenal nakal dan cuek, tetapi juga peduli, tulus, dan setia; ia disebut mengalami perkembangan watak setelah menjalin hubungan dengan Melody. Bella digambarkan memiliki sisi egois dan iri, namun juga pengertian, dewasa, tenang, serta peduli. Sementara Fathur ditampilkan sebagai tokoh protagonis yang ramah, baik, dan tidak sombong.
Gaya bahasa yang digunakan cenderung memakai diksi sehari-hari dan bahasa gaul yang lekat dengan percakapan murid SMA, disertai sejumlah serapan bahasa Inggris. Di sisi lain, terdapat pula beberapa kata kasar serta adegan kekerasan yang muncul sebagai ekspresi marah atau kesal dalam cerita.
Penulis memberikan batasan usia pembaca 15+. Rekomendasi tersebut dikaitkan dengan konteks cerita yang berfokus pada dinamika hubungan romantis dan problem sosial di masa SMA, termasuk cinta bertepuk sebelah tangan, konflik pertemanan, serta situasi ketika tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan tokoh-tokohnya.