BERITA TERKINI
Orban Klaim Pemimpin Eropa Bentuk “Dewan Perang” di Tengah Memanasnya Geopolitik

Orban Klaim Pemimpin Eropa Bentuk “Dewan Perang” di Tengah Memanasnya Geopolitik

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban mengklaim para pemimpin Eropa tengah membentuk “dewan perang” untuk menyiapkan kemenangan apabila Perang Dunia III pecah. Pernyataan itu disampaikan Orban di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Menurut Orban, Uni Eropa disebut mulai meninggalkan jalur diplomasi dan beralih ke persiapan konfrontasi militer skala besar. Ia menilai Uni Eropa tidak lagi memprioritaskan diplomasi, melainkan bergerak menuju persiapan perang terbuka.

Klaim tersebut muncul saat perang di Ukraina masih berlarut tanpa tanda-tanda mereda. Di sisi lain, Orban menyinggung situasi di barat, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut mengguncang aliansi NATO melalui dorongan agresif untuk mencaplok Greenland.

Dalam konteks yang ia sebut sebagai “guncangan global”, Orban menilai elite Eropa telah memilih untuk bersiap menghadapi konfrontasi langsung berskala besar. Ia menggambarkan suasana pertemuan para pemimpin Eropa di Brussel, yang dihadiri 27 kepala negara, bukan lagi sebagai perdebatan kebijakan, melainkan sesi perencanaan militer berisiko tinggi.

“Saya duduk di sana bersama mereka,” kata Orban kepada massa, seraya menambahkan bahwa ia menyampaikan penilaiannya secara tegas bahwa para pemimpin tersebut “akan pergi berperang.”

Orban juga menyatakan bahwa para pemimpin dari negara-negara besar Eropa, khususnya Perancis dan Jerman, tidak lagi membicarakan perdamaian. Sebaliknya, ia mengklaim mereka fokus pada mekanisme untuk mengalahkan Rusia secara total, termasuk pembahasan mengenai upaya memaksa Moskwa membayar reparasi serta menarik kembali miliaran dana yang saat ini digelontorkan ke perang di Ukraina.

Orban menegaskan sikap Hongaria yang berbeda dari arus utama Uni Eropa. Ia berjanji pemerintahannya akan “menutup pintu rapat-rapat” dengan segenap kekuatan, serta menolak mengirim tentara maupun uang ke garis depan.

Ia menyebut penolakan itu didasari pertimbangan ekonomi. “Jika Anda tidak punya uang, Anda tidak punya rencana besar,” ujar Orban, sambil berargumen bahwa biaya finansial jika Hongaria terseret ke dalam konflik akan menghancurkan masa depan negara tersebut.