Materi Bahasa Indonesia kelas 8 Kurikulum Merdeka pada halaman 126 mengarahkan siswa untuk menganalisis latar dalam sebuah karya fiksi. Melalui tugas ini, siswa diminta membaca cerpen, mencermati cara pengarang menuliskan latar, lalu menilai apakah latar tersebut membuat pembaca dapat membayangkan lokasi dan waktu terjadinya cerita secara jelas.
Instruksi tugas meminta siswa mengisi lembar analisis latar cerita pendek yang memuat judul cerita, nama pengarang, penjelasan tentang penulisan latar, penilaian, serta alasan penilaian tersebut. Pada bagian penilaian, siswa diminta memilih apakah pengarang berhasil atau kurang berhasil menuliskan latar, disertai alasan.
Salah satu contoh jawaban yang dibahas menggunakan cerpen berjudul “Rumah Tua di Pinggir Hutan” karya Tatiek Wulansari. Dalam contoh tersebut, latar dinilai ditulis dengan jelas dan detail sehingga pembaca dapat membayangkan tempat, waktu, dan suasana cerita.
Untuk latar tempat, cerpen menggambarkan sebuah rumah tua di pinggir hutan. Rumah tersebut dideskripsikan secara rinci, mulai dari bentuk bangunan, warna cat, hingga kondisi rumah yang sudah rusak. Lingkungan sekitar juga digambarkan sebagai hutan yang lebat dan sunyi.
Latar waktu dalam contoh jawaban disebutkan terjadi pada pagi hari. Suasana pagi digambarkan cerah dan segar. Sementara itu, latar suasana yang dibangun adalah mencekam dan misterius, diperkuat dengan gambaran suara-suara dari dalam rumah serta perasaan takut yang dialami tokoh utama.
Berdasarkan contoh penilaian, pengarang dinilai berhasil menuliskan latar karena menggunakan deskripsi yang jelas dan detail serta pilihan kata yang dinilai tepat untuk membangun suasana sesuai cerita. Contoh kutipan yang digunakan dalam pembahasan antara lain: “Rumah itu berdiri di pinggir hutan. Dindingnya berwarna putih, tapi sudah kusam dan terkelupas. Jendelanya sudah berkarat dan pecah-pecah.”
Dengan latar yang terbangun kuat, pembaca dinilai lebih mudah memahami cerita dan ikut merasakan suasana yang ada di dalamnya. Tugas ini sekaligus melatih siswa membaca secara cermat dan menilai unsur intrinsik karya fiksi, khususnya latar tempat, waktu, dan suasana.