BERITA TERKINI
Pemerintah Klaim Fondasi Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Pemerintah Klaim Fondasi Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat memanasnya konflik geopolitik dan fluktuasi pasar keuangan internasional, pemerintah menilai ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang solid. Dalam setahun terakhir, sejumlah kebijakan disebut diarahkan untuk menjaga stabilitas, mulai dari penguatan fiskal, pengendalian inflasi, hingga percepatan transformasi ekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada dalam kondisi sehat dan dinilai siap menghadapi berbagai kemungkinan gejolak global. Menurutnya, ruang fiskal pemerintah masih cukup longgar untuk menjadi bantalan ekonomi, seiring pengelolaan keuangan negara yang disebut disiplin dan terarah.

Purbaya juga menyoroti defisit anggaran yang dinilai tetap berada dalam batas aman hingga akhir tahun. Pemerintah, kata dia, telah menghitung berbagai skenario ekonomi untuk meminimalkan risiko ketidakseimbangan anggaran, sembari menjaga keseimbangan antara belanja dan pendapatan negara agar program prioritas tetap berjalan.

Dari sisi koordinasi kebijakan ekonomi, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah terus memantau dinamika global. Ia menyebut masukan masyarakat turut menjadi pertimbangan dalam perumusan kebijakan, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk tetap responsif dan adaptif terhadap perubahan di tingkat global maupun domestik.

Haryo menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, ditopang indikator makroekonomi yang stabil. Ia merujuk pertumbuhan ekonomi 2025 yang mencapai 5,11 persen secara tahunan serta inflasi yang disebut tetap berada dalam target, sebagai indikator kemampuan Indonesia mempertahankan momentum di tengah tekanan global.

Dalam setahun terakhir, konsumsi domestik disebut tetap menjadi pilar utama pertumbuhan. Pemerintah juga dikatakan menggulirkan stimulus fiskal dan program bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga global, terutama bagi rumah tangga.

Selain itu, pemerintah menyoroti penguatan ketahanan pangan dan energi. Program swasembada sejumlah komoditas strategis disebut mulai menunjukkan hasil, sementara pengembangan biodiesel diklaim mendorong surplus energi. Kebijakan tersebut dinilai berkontribusi pada pengurangan ketergantungan impor serta memberi dampak pada neraca perdagangan dan stabilitas ekonomi.

Transformasi ekonomi juga menjadi agenda yang dikedepankan, antara lain melalui hilirisasi industri, peningkatan investasi, serta pengembangan energi baru terbarukan dan kendaraan listrik. Langkah ini disebut penting untuk memperkuat struktur ekonomi agar lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut menyampaikan keyakinan bahwa kondisi ekonomi Indonesia berada dalam posisi kuat. Ia menyinggung perubahan menuju pola ekonomi yang lebih efisien dan modern, termasuk stabilitas sektor energi serta ketersediaan bahan bakar minyak yang disebut tetap aman.

Pemerintah menilai capaian menjaga stabilitas dalam setahun terakhir tidak lepas dari sinergi antarinstansi dan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. Meski tantangan dinilai masih ada, pemerintah menyebut fondasi yang telah dibangun menjadi modal untuk menghadapi ketidakpastian global yang berpotensi berlanjut.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan berperan aktif menjaga stabilitas ekonomi melalui konsumsi, investasi, serta dukungan terhadap produk dalam negeri. Pemerintah menilai ketangguhan ekonomi di tengah tekanan eksternal merupakan hasil konsistensi kebijakan dalam setahun terakhir dan perlu diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat.