BERITA TERKINI
Persaingan India dan Tiongkok Memperkuat Dinamika Keamanan di Samudra Hindia

Persaingan India dan Tiongkok Memperkuat Dinamika Keamanan di Samudra Hindia

India dan Tiongkok kini menjadi kekuatan utama di kawasan Indo-Pasifik, dengan kepentingan strategis yang semakin meluas, khususnya di wilayah Samudra Hindia. Interaksi kedua negara di ranah maritim menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi stabilitas dan dinamika politik regional abad ke-21.

Kompleksitas Hubungan Keamanan India dan Tiongkok

Hubungan keamanan antara India dan Tiongkok bersifat kompleks dan dipenuhi sejumlah masalah yang belum terselesaikan. Salah satu isu penting adalah peningkatan kehadiran militer Tiongkok di Asia Selatan dan kawasan Samudra Hindia. India menilai langkah tersebut sebagai upaya Tiongkok membentuk lingkungan strategis yang dapat mengancam posisi New Delhi di kawasan.

Strategi Tiongkok di Samudra Hindia

Tiongkok memiliki beberapa kepentingan utama di Samudra Hindia, termasuk perlindungan jalur perdagangan energi dari Timur Tengah dan Afrika yang rawan ancaman. Selain itu, Tiongkok berupaya menjaga keamanan warga negaranya dan investasi di negara-negara yang rentan serta mendukung operasi pemeliharaan perdamaian, bantuan kemanusiaan, dan kemungkinan intervensi terhadap ekstremisme kekerasan.

Sejak tahun 2008, Tiongkok mulai memperkuat kehadiran angkatan laut di Laut Arab dan mendirikan pangkalan militer luar negeri pertamanya di Jibuti. Ke depan, Tiongkok diperkirakan akan mengembangkan kemampuan militer untuk mendukung operasi penangkalan dan pengendalian laut yang lebih luas, termasuk ekspansi pangkalan di Pakistan serta wilayah lain di Samudra Hindia.

Respons India terhadap Kehadiran Militer Tiongkok

India merespons peningkatan kehadiran militer Tiongkok dengan kekhawatiran besar. India memiliki aspirasi sebagai kekuatan utama dan pemimpin keamanan di kawasan Samudra Hindia. Sejarah kolonial menyebabkan India enggan menerima kehadiran kekuatan besar lain di wilayah ini, dan kini fokus tersebut diarahkan pada Tiongkok.

India memandang kehadiran Tiongkok sebagai ancaman yang dapat mengganggu stabilitas strategis dan berpotensi mengancam jalur perdagangan vital. Oleh karena itu, India aktif memperkuat hubungan keamanan dengan Amerika Serikat serta negara-negara seperti Jepang, Australia, dan Prancis, sekaligus membangun jaringan kemitraan regional dan fasilitas militer di beberapa negara Samudra Hindia, seperti Oman dan Indonesia.

Perbedaan Persepsi antara India dan Tiongkok

Beijing memiliki pandangan berbeda terhadap peran India di kawasan. Tiongkok menilai India belum mencapai kekuatan nasional komprehensif dan menolak klaim India atas status pengaruh eksklusif di Samudra Hindia. Tiongkok juga tidak menganggap hubungan militer dan ekonomi dengan negara-negara tetangga India, seperti Pakistan, sebagai ancaman langsung terhadap India.

Selain itu, kebijakan Tiongkok dalam proyek Satu Sabuk, Satu Jalan (OBOR) yang meliputi infrastruktur di Samudra Hindia dianggap tidak memerlukan kerja sama India, sehingga menimbulkan kecurigaan di New Delhi. Sebaliknya, India cenderung menolak keterlibatan signifikan dalam prakarsa tersebut.

Dampak Terhadap Kawasan

Persaingan strategis antara India dan Tiongkok mempengaruhi dinamika politik di negara-negara Asia Selatan dan pulau-pulau di Samudra Hindia, seperti Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, dan Maladewa. Beberapa negara mencoba memanfaatkan persaingan ini untuk keuntungan ekonomi dan politik, namun hal ini juga berpotensi menimbulkan ketidakstabilan.

Proyek infrastruktur besar yang didukung Tiongkok telah berkontribusi pada pergantian pemerintahan di beberapa negara, dan persaingan ini diperkirakan akan semakin intensif. Militerisasi kawasan Samudra Hindia diprediksi meningkat seiring upaya India menanggapi kehadiran militer Tiongkok.

Walaupun Amerika Serikat selama ini menjadi kekuatan dominan di Samudra Hindia, kemunculan India dan Tiongkok serta kekuatan menengah lain membuat kawasan ini menjadi arena multipolar yang lebih kompleks. Kondisi ini menuntut kerja sama baru antara Amerika Serikat dan mitra regional untuk menjaga keseimbangan strategis.