BERITA TERKINI
Prabowo: Indonesia Relatif Aman di Tengah Lonjakan Harga Energi Global

Prabowo: Indonesia Relatif Aman di Tengah Lonjakan Harga Energi Global

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kondisi Indonesia dinilai masih cukup aman di tengah lonjakan harga energi global yang dipicu krisis di Timur Tengah. Menurut Prabowo, posisi Indonesia saat ini relatif lebih baik dibanding banyak negara lain yang terdampak kenaikan harga energi.

"Kita harus yakini dan kita harus syukuri, bahwa kondisi bangsa kita berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dari bangsa-bangsa lain," kata Prabowo dalam taklimat pada Rapat Kerja Anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prabowo mengatakan kesimpulan tersebut diambil setelah mempelajari data dan angka, termasuk laporan dari para menteri. "Ternyata, kondisi kita cukup aman. Ada tantangan, ada kesulitan, tetapi kita mampu menghadapi dan mengatasinya," ujarnya, yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menanggapi tepuk tangan yang muncul setelah pernyataannya. "Tepuk tangan untuk berita baik, boleh," imbuhnya sambil tertawa kecil.

Di tingkat global, dunia disebut berada di ambang krisis energi terbesar sejak era 1970-an setelah eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz, memicu lonjakan harga minyak mentah hingga melampaui 110 dolar Amerika Serikat per barel.

Hingga awal April 2026, lebih dari 100 negara telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat ritel sebagai respons terhadap guncangan ekonomi tersebut. Data Seasia Stats yang dirilis 30 Maret 2026 mencatat sejumlah negara mengalami kenaikan tajam pada BBM RON 95, di antaranya Kamboja, Filipina, dan Myanmar yang naik di atas 50 persen. Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Laos disebut mengalami kenaikan dalam rentang 20–33 persen, sementara Thailand naik 8,7 persen. Adapun harga BBM di Indonesia dilaporkan belum berubah.

Pemerintah Indonesia per 1 April 2026 memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan solar, dengan alasan menjaga daya beli masyarakat. Harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan solar subsidi Rp 6.800 per liter.