Presiden Prabowo Subianto mengingatkan adanya ancaman krisis global yang mencakup pangan, energi, dan air. Ia menilai ketiga sektor tersebut merupakan isu mendasar yang perlu diantisipasi oleh setiap negara.
Dalam taklimat pada rapat kerja pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, Prabowo mengatakan keyakinannya mengenai tiga sektor itu telah lama ia pegang sebagai faktor penentu keselamatan bangsa. Ia juga menyebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui agenda pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals telah memproyeksikan potensi krisis global pada tiga bidang tersebut.
Prabowo menuturkan pandangan itu telah ia perjuangkan dan tuangkan dalam berbagai pemikiran selama puluhan tahun, termasuk dalam buku-bukunya yang menekankan pentingnya ketahanan pangan, energi, dan air.
Terkait kondisi di dalam negeri, Prabowo menyampaikan Indonesia relatif tidak menghadapi persoalan mendasar dalam ketersediaan air. Menurutnya, Indonesia justru dinilai memiliki kelebihan air, meski beberapa wilayah, terutama di kawasan timur dan pulau-pulau tertentu, masih mengalami kesulitan.
Ia menilai persoalan air lebih banyak berkaitan dengan pengelolaan serta kemampuan menjaga alam. Prabowo mencontohkan kerusakan hutan dapat memicu kekeringan karena berkurangnya daya tahan lingkungan dalam menyimpan air. Ia juga membandingkan dengan sejumlah negara yang kaya minyak dan gas, namun tidak memiliki ketersediaan air.
Taklimat tersebut dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri, wakil menteri, hingga pejabat setingkat eselon I kementerian/lembaga. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo mengatakan Presiden ingin menyampaikan arahan secara langsung kepada seluruh jajaran pejabat agar terdapat kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Angga menambahkan, Presiden kemungkinan menyampaikan hal-hal strategis terkait kebijakan pemerintah dan penyelenggaraan negara, termasuk perkembangan situasi terkini.

