Seoul, Korea Selatan — Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan ditutup dengan suasana hangat menjelang kepulangan ke Jakarta, Jumat (3/4/2026). Dalam momen tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada delegasi yang mendampingi dan mengawal agenda strategis selama lawatan.
Perhatian khusus diberikan kepada Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Presiden menyampaikan ucapan terima kasih atas peran aktif SKK Migas dalam memperkuat kerja sama energi Indonesia dengan mitra internasional.
Apresiasi itu dinilai mencerminkan pengakuan atas posisi strategis sektor hulu minyak dan gas dalam diplomasi energi Indonesia, terutama di tengah dinamika global yang disebut semakin kompleks.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, yang turut mendampingi, menyatakan Indonesia tetap berada dalam posisi kuat di tengah tekanan krisis energi global. Menurutnya, kemampuan Indonesia menjaga pasokan domestik sekaligus mengekspor LNG menjadi bukti ketahanan energi nasional.
“Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada kebutuhan energi global, termasuk ke Jepang dan Korea Selatan,” ujar Bahlil.
Bagi Djoko Siswanto, apresiasi langsung dari Presiden menjadi penegasan bahwa kerja di sektor hulu migas tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga memperkuat posisi tawar Indonesia di tingkat internasional. Ia menyoroti peran SKK Migas dalam memastikan keberlanjutan pasokan serta menarik investasi sebagai bagian dari upaya menjaga momentum tersebut.
Kunjungan ini juga disebut membuka peluang babak baru kerja sama energi Indonesia dan Korea Selatan, mulai dari potensi investasi, transfer teknologi, hingga penguatan rantai pasok LNG.
Presiden menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga strategis seperti SKK Migas. Kolaborasi tersebut dipandang krusial untuk menjaga kedaulatan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

