Qatar menyatakan komitmennya untuk tidak menyerah kepada negara-negara Arab dan Islam yang melakukan pengucilan terhadapnya dengan tuduhan mendukung ekstremisme. Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, menegaskan bahwa penyelesaian krisis yang meningkat saat ini lebih baik ditempuh melalui jalur diplomasi dan menolak solusi militer.
Dalam konferensi pers di Doha pada Kamis (8/6), Sheikh Mohammed mengatakan bahwa Qatar dikucilkan karena keberhasilannya yang progresif. "Kami adalah platform untuk perdamaian, bukan terorisme. Sengketa ini mengancam stabilitas seluruh kawasan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Qatar tidak siap menyerah dan tidak akan mengorbankan kemerdekaan kebijakan luar negerinya.
Di tengah krisis tersebut, jaringan media internasional Qatar, Al Jazeera, mengalami serangan siber yang semakin meningkat dan bervariasi bentuknya. Al Jazeera melaporkan bahwa serangan ini terjadi pada semua sistem, situs web, dan platform media sosial mereka. Negara-negara Teluk lain telah memblokir jaringan ini sejak akhir Mei. Selain itu, stasiun televisi pemerintah Qatar juga mengumumkan penutupan sementara situsnya akibat upaya peretasan.
Perkembangan Diplomasi dan Tanggapan Negara Lain
- Mesir mendesak Dewan Keamanan PBB melakukan penyelidikan terkait tuduhan bahwa Qatar membayar uang tebusan sekitar 1 miliar dolar AS untuk pembebasan anggota keluarga kerajaan yang diculik di Irak selatan.
- Menteri Luar Negeri Arab Saudi melakukan kunjungan ke Oman untuk pembicaraan, meskipun belum ada rincian agenda resmi. Oman hingga kini belum terlibat dalam pengucilan terhadap Qatar.
- Pada Senin (5/6), Arab Saudi dan beberapa negara memutuskan hubungan transportasi dan diplomatik dengan Qatar. Emir Kuwait berperan sebagai mediator dengan melakukan diplomasi bolak-balik antara Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
- Rusia mengumumkan bahwa Sheikh Mohammed akan melakukan kunjungan ke Moskow pada Sabtu (10/6) untuk pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, membahas isu internasional yang mendesak.
Kondisi di Dalam Negeri dan Bantuan Eksternal
Qatar sangat bergantung pada impor pangan, dan krisis ini menyebabkan warga menimbun persediaan serta terjadi kelangkaan barang kebutuhan pokok. Sheikh Mohammed menyebut Iran telah menawarkan penggunaan tiga pelabuhannya untuk pengapalan makanan dan air ke Qatar, namun tawaran tersebut belum diterima.
Respon Negara Lain dan Implikasi Regional
- Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, menyatakan bahwa Qatar harus memutus hubungan dengan kelompok Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Hamas di wilayah Palestina pendudukan untuk mengakhiri pengucilan.
- Bahrain bergabung dengan UEA dalam pengucilan dengan mengancam hukuman penjara hingga lima tahun dan denda bagi siapa saja yang menyatakan dukungan kepada Qatar melalui media sosial atau komunikasi lainnya.
- Turki secara terbuka mendukung Qatar dengan mengesahkan undang-undang yang memungkinkan penambahan pasukan di pangkalan militer Qatar. Presiden Turki juga menawarkan peran sebagai penengah dalam krisis ini.
- Qatar menjadi lokasi pangkalan udara Amerika Serikat terbesar di kawasan Timur Tengah.
- Presiden AS Donald Trump dalam percakapan telepon dengan Raja Salman dari Arab Saudi mendesak persatuan negara-negara Teluk, meskipun sebelumnya mengaku memiliki peran dalam pengucilan Qatar.