SEMARANG — Ratusan umat Tri Dharma dari berbagai wilayah di Semarang dan luar kota berkumpul di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Low Lie Bio atau Klenteng Kebon Jeruk, Jalan Rorojonggrang Timur XIII Nomor 10, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Mereka mengikuti doa bersama dalam rangka perayaan Yang Suci Kwan Se Im Po Sat.
Doa bersama dipimpin Pandita Dhamma Amaro dan dihadiri tidak kurang dari 200 umat. Sejak sore, para umat mulai berdatangan untuk melaksanakan sembahyang, sebelum puncak doa bersama berlangsung pada malam hari.
Ketua Yayasan, Indra Satyahadinata, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud harapan umat agar konflik bersenjata di berbagai belahan dunia dapat segera berakhir. “Kita berharap supaya peperangan di mana pun berada, di belahan dunia mana pun, kita tidak menginginkan itu terjadi. Perang yang sudah terjadi, kalau bisa diakhiri saja,” ujarnya.
Menurut Indra, tidak ada pihak yang menginginkan perang terus berlanjut karena berpotensi menambah jumlah korban. Selain mendoakan perdamaian dunia, umat Tri Dharma juga memanjatkan doa untuk keselamatan dan kesejahteraan Indonesia.
Indra menyampaikan harapan agar Indonesia tetap stabil di tengah ketegangan global yang dapat berdampak pada perekonomian dunia. “Kita tetap menginginkan negara dan bangsa kita ini menjadi bangsa yang makmur, yang adil, yang aman, damai,” katanya.
Perayaan Yang Suci Kwan Se Im Po Sat, menurut Indra, juga menjadi momentum refleksi bagi umat untuk meneladani nilai welas asih dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Hidup tidak untuk diri sendiri. Kita bisa berbagi kepada orang lain, berbagi kasih, atau apapun yang bisa kita bagikan,” tuturnya.
Melalui kegiatan doa bersama ini, umat Tri Dharma di Semarang menyampaikan kepedulian terhadap situasi global sekaligus memperkuat nilai kebersamaan. Mereka berharap doa dan tindakan kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi pengingat pentingnya perdamaian.

