Rusia mengeluarkan ancaman serius terkait kemungkinan penggunaan senjata nuklir jika mengalami kekalahan dalam konflik di Ukraina. Pernyataan ini disampaikan oleh sejumlah pejabat Rusia yang memperingatkan bahwa benua Eropa, termasuk Inggris, dapat menghadapi konsekuensi besar hingga kerusakan fisik yang signifikan.
Ancaman Nuklir dari Pejabat Rusia
Sergey Karaganov, Kepala Dewan Kebijakan Luar Negeri Rusia, menyatakan bahwa jika Rusia mendekati kekalahan, maka penggunaan senjata nuklir bisa menjadi opsi yang diambil. "Apa arti kekalahan Rusia? Jika Rusia mendekati kekalahan, itu berarti Rusia akan menggunakan senjata nuklir dan Eropa akan hancur secara fisik," kata Karaganov pada Senin (19/1/2026).
Selain itu, Karaganov juga menilai bahwa keamanan Eropa saat ini tidak terjamin dan bahkan dianggap sebagai bahan lelucon.
Respons dan Kondisi di Eropa
Ancaman ini memicu kekhawatiran di sejumlah negara Eropa, terutama yang berada di kawasan dekat Rusia. Swedia, Finlandia, dan Norwegia telah mengeluarkan panduan bertahan hidup yang berisi langkah-langkah menghadapi kemungkinan terjadinya perang dunia III.
Sementara itu, situasi politik di kawasan juga menunjukkan ketegangan, di mana NATO dikabarkan mengalami perpecahan. Negara-negara Eropa menghadapi tekanan sanksi dari Amerika Serikat dan mengalami keterbatasan dalam mendapatkan perlindungan penuh jika terjadi serangan dari Rusia.
Situasi Regional dan Global
- Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk laporan terkait aktivitas spionase Amerika Serikat di wilayah Greenland.
- Isu keamanan semakin kompleks dengan adanya perpecahan dalam aliansi pertahanan seperti NATO.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas keamanan di Eropa dan sekitarnya.