MOSKOW — Rusia diperkirakan akan menjual gas alam ke China dengan harga sekitar sepertiga lebih murah dibandingkan harga yang dibayarkan pembeli Eropa yang masih tersisa. Proyeksi tersebut disampaikan dalam laporan Bloomberg yang terbit pada Minggu lalu, yang menyoroti konsekuensi finansial dari pergeseran ekspor energi Rusia ke pasar Asia.
Menurut dua sumber yang mengetahui rencana pemerintah Rusia dan dikutip Bloomberg, harga gas Rusia untuk China diproyeksikan rata-rata mencapai USD258,80 per 1.000 meter kubik pada tahun ini. Angka itu disebut sekitar 38% lebih rendah dibandingkan harga rata-rata untuk pembeli Eropa yang masih membeli gas Rusia.
Diskon tersebut diperkirakan akan menyempit secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. Namun, selisih harga disebut tetap berada di atas 27% pada 2029.
Data tahun sebelumnya menunjukkan pola serupa. Pada tahun lalu, Rusia menjual gas pipa ke China dengan harga rata-rata USD248,70 per 1.000 meter kubik, yang juga lebih dari 38% di bawah harga Eropa. Kesenjangan harga ini menegaskan bahwa China—yang kini menjadi pelanggan gas terbesar Rusia—dinilai kurang menguntungkan dibandingkan pasar Eropa yang sebagian besar hilang setelah invasi penuh Rusia ke Ukraina.
CEO Gazprom Alexey Miller menyatakan bahwa harga yang lebih rendah tersebut berkaitan dengan kedekatan ladang gas Siberia dengan pelanggan di China. Sementara itu, pengiriman melalui pipa Power of Siberia disebut akan mencapai kapasitas tahunan penuh sebesar 38 miliar meter kubik pada 2025.