BERITA TERKINI
Rusia Kecam Paket Sanksi Baru Uni Eropa, Tegaskan Hanya Sanksi PBB yang Sah

Rusia Kecam Paket Sanksi Baru Uni Eropa, Tegaskan Hanya Sanksi PBB yang Sah

Rusia melontarkan kritik keras terhadap paket sanksi baru yang diberlakukan Uni Eropa. Moskow menilai legalitas sanksi internasional semestinya didasarkan pada konsensus global dan hanya dapat dianggap sah jika diputuskan melalui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pernyataannya, Rusia menegaskan kembali posisinya bahwa “hanya sanksi yang diberlakukan berdasarkan keputusan Dewan Keamanan PBB yang sah.” Moskow memandang penerapan aturan Uni Eropa secara sepihak sebagai pelanggaran wewenang serta bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hubungan internasional.

Para diplomat Rusia juga menyebut sanksi di luar mekanisme PBB sebagai bentuk tekanan sepihak. Menurut mereka, “semua sanksi lainnya adalah tindakan paksaan sepihak, dan pada hakikatnya bersifat sewenang-wenang dan agresif, bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam PBB.” Dari sudut pandang Moskow, langkah tersebut tidak hanya menyasar Rusia, tetapi juga dinilai merusak tatanan hukum global yang ada.

Rusia turut menuding Uni Eropa berupaya membatasi ekspor barang-barang tertentu ke negara-negara yang memiliki hubungan kerja sama dengan Rusia. Moskow menyebut upaya itu sebagai “pemerasan ekonomi dan pemberlakuan sanksi ekstrateritorial,” serta menilai langkah tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap pihak ketiga untuk mengisolasi ekonomi Rusia.

Selain mempersoalkan aspek legalitas, Moskow juga memperingatkan kemungkinan dampak negatif bagi Eropa sendiri. Rusia menilai para pejabat Uni Eropa perlu mempertimbangkan masa depan ekonomi kawasan dan proyek Eropa secara keseluruhan di tengah ketidakstabilan pasar energi global. Menurut Rusia, keputusan melarang pembelian hidrokarbon Rusia berpotensi memicu konsekuensi serius dan tidak berorientasi pada kesejahteraan warga Eropa.

Di akhir pernyataannya, Rusia memperingatkan bahwa tindakan yang disebutnya “sembrono” dapat berbalik merugikan Uni Eropa. Moskow menegaskan tidak akan tinggal diam dan menyatakan bahwa “semua tindakan ilegal Uni Eropa terhadap negara kami pasti akan mendapat tanggapan yang tepat dan tepat waktu.”