BERITA TERKINI
Seruan di Eropa Menguat agar Impor Energi Rusia Dibuka Lagi di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Seruan di Eropa Menguat agar Impor Energi Rusia Dibuka Lagi di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Desakan agar negara-negara Eropa kembali membeli energi dari Rusia kian menguat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi krisis pasokan. Sejumlah pejabat Eropa mulai menilai stabilitas energi perlu menjadi prioritas, di tengah upaya mempertahankan tekanan politik terhadap Moskow.

Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini termasuk yang secara terbuka menyuarakan pandangan tersebut. Dalam sebuah forum politik di Milan, ia menilai Eropa berisiko menghadapi kebuntuan energi jika terus menutup akses terhadap pasokan dari Rusia.

“Mari kita kembali membeli gas dari seluruh dunia, termasuk Rusia, karena kita tidak sedang berperang dengan Rusia,” kata Salvini, sebagaimana diberitakan Kantor Berita Tass dan RTVI.

Salvini menekankan kebijakan energi perlu mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, langkah-langkah yang terlalu keras terhadap Rusia berpotensi merugikan masyarakat Eropa, mengingat industri dan rumah tangga sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil.

Dalam beberapa tahun terakhir, Eropa memang berupaya mengurangi ketergantungan pada energi Rusia. Namun, proses tersebut disebut tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang.

Ia juga mengingatkan bahwa pembatasan energi dapat berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi, termasuk sektor industri dan pendidikan. Selain itu, Salvini menyinggung keputusan Amerika Serikat yang disebutnya memberikan kelonggaran terhadap sanksi energi Rusia. Menurutnya, bila Washington bisa bersikap fleksibel, Eropa seharusnya mempertimbangkan langkah serupa.

Dalam pandangannya, membeli energi dari berbagai sumber—termasuk Rusia—merupakan opsi realistis. Ia kembali menegaskan bahwa Eropa tidak berada dalam kondisi perang langsung dengan Rusia.