BERITA TERKINI
Tabungan Haji di Bank Syariah Tetap Tumbuh Meski Ketegangan Global Meningkat

Tabungan Haji di Bank Syariah Tetap Tumbuh Meski Ketegangan Global Meningkat

Tabungan haji di sejumlah bank syariah mencatat pertumbuhan positif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Sejumlah analis menilai, konflik dunia saat ini belum berdampak langsung terhadap minat masyarakat untuk menabung haji.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat, hingga awal April 2026 dana haji yang terkumpul telah mencapai Rp 180,72 triliun. Sejalan dengan itu, beberapa bank syariah melaporkan kinerja layanan tabungan haji yang masih bertumbuh pada awal tahun ini.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI, misalnya, mencatat tabungan haji per Februari 2026 mencapai Rp 15,47 triliun. Nilai tersebut meningkat 10,98% secara tahunan.

Pertumbuhan juga disampaikan PT Bank Muamalat Tbk. Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat, Hayunaji, mengatakan bank tersebut saat ini melayani sekitar 700 ribu jemaah haji tunggu, dengan pangsa pasar 59% untuk jemaah haji khusus dan 13% untuk jemaah haji reguler. Menurutnya, situasi global belum banyak memengaruhi rencana nasabah untuk menabung haji.

“Nasabah menganggap kondisi saat ini tidak terlalu berpengaruh pada niat dan keinginan mereka untuk menabung dalam rangka mendaftar haji,” ujar Hayunaji, Senin (6/4/2026).

Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat turut menilai konflik dunia saat ini belum berdampak langsung terhadap pertumbuhan tabungan haji. Ia melihat potensi pertumbuhan tabungan haji di bank syariah masih besar, seiring peluang pengembangan layanan yang lebih inovatif.

Emir memproyeksikan layanan tabungan haji bank syariah akan semakin terintegrasi, termasuk kemungkinan hadirnya fitur yang terhubung langsung dengan sistem pendaftaran haji di Kementerian Haji. Ia menilai langkah tersebut dapat menambah minat masyarakat untuk menabung haji di bank syariah.

“Ini tentu akan menambah minat masyarakat untuk menabung haji di bank syariah,” katanya.

Ke depan, Emir memperkirakan bank syariah akan lebih agresif mendorong pertumbuhan tabungan haji, terutama di tengah antrean haji yang semakin panjang. Segmen yang berpotensi menjadi fokus adalah calon jemaah muda dan generasi pekerja awal.

Meski konflik geopolitik berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi makro seperti daya beli dan nilai tukar, Emir menekankan bahwa pengalaman selama ini menunjukkan niat masyarakat untuk menabung haji cenderung bertahan selama kemampuan ekonomi rumah tangga relatif terjaga dan kepastian penyelenggaraan haji tetap ada.

“Dengan karakter masyarakat Indonesia yang religius dan menjadikan haji sebagai cita-cita hidup, tren pertumbuhan tabungan haji di bank syariah diperkirakan tetap positif,” ujar Emir.

Ia menambahkan, faktor penting yang perlu dijaga adalah memastikan pengelolaan tabungan haji tetap aman dan sesuai prinsip syariah.