Pemerintah Afghanistan yang dikuasai Taliban menyatakan militer Pakistan membombardir sebuah rumah sakit di Kabul yang menjadi pusat rehabilitasi narkoba. Menurut Taliban, serangan udara itu terjadi pada Senin malam dan menewaskan sekitar 400 orang.
Wakil juru bicara pemerintah Afghanistan, Hamdullah Fitrat, melalui unggahan di X, mengatakan serangan menghantam rumah sakit sekitar pukul 21.00 waktu Kabul. Ia menyebut sebagian besar fasilitas berkapasitas 2.000 tempat tidur itu hancur. Fitrat juga menyatakan sekitar 250 orang dilaporkan terluka.
Seorang pejabat rumah sakit, sebagaimana dikutip BBC pada Selasa (17/3/2026), mengatakan sekitar 2.000 orang dirawat di rumah sakit rehabilitasi narkoba tersebut. Pejabat itu meyakini kemungkinan terdapat ratusan korban jiwa.
Jika klaim Taliban akurat, peristiwa ini disebut berpotensi menjadi serangan paling mematikan di Afghanistan sejak bom bunuh diri di bandara Kabul saat penarikan pasukan Amerika Serikat pada 2021, yang menewaskan 169 warga sipil Afghanistan dan 13 personel militer AS.
Serangan udara ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan yang dilaporkan bermula pada akhir bulan lalu, ditandai bentrokan lintas batas berulang serta serangan udara di dalam wilayah Afghanistan. Disebutkan pula bahwa seruan internasional untuk gencatan senjata sejauh ini belum diindahkan.
Sementara itu, Kementerian Informasi Pakistan membantah menargetkan rumah sakit. Pakistan menyatakan serangannya diarahkan ke instalasi militer dan apa yang disebutnya sebagai “infrastruktur pendukung teroris” di Kabul serta Provinsi Nangarhar di Afghanistan timur.

